MALANGPOINT.COM | MALANG — Gelaran Bahlil Mini Soccer yang digelar di Unggul Sport Center, Kabupaten Malang, Senin (31/8/2026), menjadi momentum Partai Golkar untuk memperkuat kedekatan dengan generasi muda melalui pendekatan olahraga dan kegiatan positif.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Muhammad Sarmuji, didampingi Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur H. Ali Mufthi.
Dipilihnya Kabupaten Malang sebagai lokasi pembukaan Bahlil Mini Soccer tingkat Jawa Timur mendapat sambutan positif dari Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Malang, Sudarman.
Ia menyebut kepercayaan tersebut sebagai sebuah kehormatan sekaligus kesempatan untuk memberikan ruang yang lebih luas kepada anak-anak muda.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga Kabupaten Malang dipercaya menjadi tempat pertandingan Bahlil Mini Soccer ini. Bahkan pembukaan se-Jawa Timur dilaksanakan di Kabupaten Malang. Ini tentu sebuah kehormatan luar biasa yang kami terima,” ujar Sudarman.
Menurutnya, Bahlil Mini Soccer bukan hanya sekadar kompetisi olahraga. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan hobi, berkreasi, serta membangun semangat kebersamaan dan sportivitas.
“Ini merupakan ajang bagi anak-anak muda untuk berkreasi dan menyalurkan hobinya. Tugas kami adalah memberikan ruang dan memfasilitasi mereka. Harapannya, mereka menjadi generasi penerus bangsa yang luar biasa, khususnya di Kabupaten Malang,” katanya.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang dari Fraksi Golkar ini menilai olahraga dapat menjadi salah satu sarana efektif untuk membangun komunikasi dan kedekatan dengan generasi muda.
Melalui kegiatan yang sesuai dengan minat mereka, Golkar ingin memperkenalkan peran partai politik secara lebih terbuka dan positif.
“Partai politik memang memiliki tugas memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, khususnya anak-anak muda dan calon pemilih. Hari ini kita kenalkan politik melalui sepak bola, kita kenalkan Golkar melalui hobi mereka,” ungkapnya.
Ia menegaskan, langkah tersebut sejalan dengan arahan Ketua Umum Partai Golkar agar kepengurusan partai di berbagai tingkatan memberikan ruang lebih besar kepada generasi muda.
“Di semua tingkatan kepengurusan, minimal 40 persen harus diisi oleh anak-anak muda. Ini yang terus kami jabarkan di Kabupaten Malang dengan mengakomodasi kegiatan-kegiatan yang berbasis anak muda,” tegasnya.
Selain sepak bola, DPD Partai Golkar Kabupaten Malang juga tengah merancang program olahraga lainnya, termasuk turnamen bulutangkis.
Fasilitas olahraga yang berada di Kantor DPD Golkar Kabupaten Malang akan terus dimanfaatkan untuk memberikan ruang aktivitas positif bagi masyarakat dan komunitas anak muda.
“Ke depan kami juga akan mengadakan pertandingan bulutangkis. Di gedung Golkar Kabupaten Malang ada lapangan olahraga yang bisa dimanfaatkan anak-anak muda dan komunitas pecinta bulutangkis,” jelas Sudarman.
Di sisi lain, Golkar Kabupaten Malang juga mulai menyiapkan langkah politik jangka panjang menuju Pemilu 2029. Berdasarkan hasil keputusan internal partai, DPD Golkar Kabupaten Malang menargetkan peningkatan perolehan kursi di berbagai tingkatan.
Untuk DPRD Kabupaten Malang, Golkar menargetkan 12 kursi, meningkat dari perolehan saat ini sebanyak 8 kursi.
Sementara di tingkat DPRD Jawa Timur dan DPR RI, wilayah Malang Raya juga ditargetkan mampu meraih masing-masing dua kursi.
Namun, Sudarman menegaskan target tersebut tidak bisa dicapai secara instan. Menurutnya, kemenangan politik harus dibangun melalui kerja organisasi, kaderisasi, dan pendidikan politik yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Kami berprinsip mengurus partai ini bukan kegiatan lima tahunan, tetapi kegiatan selama lima tahun secara terus-menerus. Pemilu tidak bisa dipersiapkan satu tahun sebelum pemilu. Harus dipersiapkan dari sekarang sampai hari pemilu,” terangnya
Melalui Bahlil Mini Soccer yang dibuka langsung Sekjen DPP Partai Golkar Muhammad Sarmuji bersama Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur H. Ali Mufthi, Golkar Kabupaten Malang menegaskan arah konsolidasi organisasinya.
“Memperluas kaderisasi, membuka ruang bagi generasi muda, dan membangun kekuatan politik sejak jauh sebelum Pemilu 2029” pungkasnya (cha/dd)















