Motif Mahasiswa FK UB Melompat dari Gedung Masih Misteri, Kampus Bantah Ada Tekanan Akademik

  • Bagikan
Kampus UB Bantah Ada Tekanan Akademik terkait Mahasis FK yang melompat dari gedung
banner 468x60

MALANGPOINT.COM | KOTA MALANG — Motif mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) yang melompat dari area gedung fakultas lain di lingkungan kampus hingga kini masih menjadi misteri.

Pihak kampus menyerahkan sepenuhnya proses pengungkapan penyebab dan latar belakang kejadian tersebut kepada kepolisian.

Kepala Program Studi S1 Kedokteran FK UB, dr. Hanif, Sp.An., M.Biomed., mengatakan polisi telah melakukan penelusuran dan mengumpulkan informasi setelah korban dievakuasi ke rumah sakit.

Namun, fakultas belum menerima hasil resmi penyelidikan terkait motif maupun penyebab kejadian.

“Dari kami, kami belum mendapat hasil resmi dari kepolisian tentang baik itu motif, penyebab, dan sebagainya. Saya rasa itu masih diselidiki oleh polisi,” ujar Hanif, pada Jumat (11/9/2026)

Kampus pun memilih tidak berspekulasi. Penelusuran internal dilakukan untuk memastikan apakah terdapat persoalan akademik, kegiatan kemahasiswaan, maupun faktor lain yang berkaitan dengan lingkungan perkuliahan.

Salah satu informasi yang ikut ditelusuri adalah isu yang mengaitkan kejadian tersebut dengan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PK2Maba).

Hanif menegaskan tidak ada tekanan terkait tugas maupun kegiatan PK2Maba yang dialami mahasiswa tersebut.

Mahasiswa itu memang sempat tidak mengikuti kegiatan PK2Maba pada satu atau dua kesempatan. Namun, ketidakhadiran tersebut telah diganti dan seluruh proses dinyatakan selesai.

“Bukan mengulang PK2Maba, tetapi hanya mengganti ketidakhadirannya. Dan itu sudah clear, sudah selesai, yang bersangkutan dinyatakan lulus PK2Maba,” tegasnya.

Fakultas juga melakukan pengecekan terhadap aktivitas akademik korban, termasuk meminta keterangan dari teman-teman serta dosen penasihat akademiknya.

Hasil penelusuran sementara tidak menunjukkan adanya persoalan akademik maupun tekanan berat dalam proses perkuliahan.

“Bisa kami pastikan bahwa yang bersangkutan menjalani perkuliahannya dengan sangat baik. Kami juga sudah bertanya kepada teman-temannya, selama ini dalam kondisi baik,” kata Hanif.

Ia sekaligus membantah informasi yang menyebut mahasiswa tersebut dikenal kerap menyendiri. Menurutnya, tidak ada temuan dari lingkungan akademik yang menunjukkan adanya persoalan serius sebelum kejadian.

Sementara motif masih didalami, perhatian kampus saat ini tertuju pada kondisi korban yang masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.

Tim dokter dari berbagai bidang spesialis telah melakukan sejumlah tindakan operasi. Setelah rangkaian tindakan medis tersebut selesai, korban kemudian menjalani perawatan lanjutan di ruang ICU.

“Sudah dilakukan beberapa tindakan operasi yang diperlukan. Kemarin sekitar jam 02.00 atau jam 03.00 sore kalau tidak salah prosesnya sudah selesai, kemudian dilanjutkan di perawatan lebih lanjut di ICU,” ungkap Hanif.

Informasi terakhir yang diterima fakultas pada Jumat pagi menyebut kondisi korban stabil. Namun, Hanif tidak merinci kondisi medis korban karena penanganan sepenuhnya berada di bawah tim medis RSSA.

“Kami dapat kabar bahwa kondisinya stabil dan dalam perawatan lanjutan di ICU,” ujarnya.

Pihak keluarga juga telah berada di rumah sakit dan berkomunikasi dengan fakultas terkait penanganan korban.

Di sisi lain, FK UB menegaskan akan tetap menghormati proses penyelidikan kepolisian. Kampus juga memilih menjaga privasi korban dan keluarga, terutama menyangkut informasi yang berada di luar kewenangan institusi.

“Di luar itu kami mohon maaf, kami merasa bukan wewenang kami menyampaikan hal itu dan kami berusaha menjaga untuk privasi, baik dari yang bersangkutan maupun keluarga,” pungkas Hanif. (Red)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *