Tak Sekadar Panen, Pak Bhabin Lowokwaru Ikut Kupas Jagung, 8 Kuintal Hasil Lahan Pesantren

  • Bagikan
Aipda Bintoro, Bhabinkamtibmas Polsek Lowokwaru, turun langsung membantu mulai dari memanen hingga mengupas jagung
banner 468x60

MALANGPOINT.COM | KOTA MALANG — Ketahanan pangan tak selalu dimulai dari lahan yang luas. Di Tasikmadu, semangat itu tumbuh dari lahan seluas 700 meter persegi milik Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi’in.

Lahan pertanian di Jalan Atletik, Kelurahan Tasikmadu, Kecamatan Lowokwaru, tersebut mampu menghasilkan sekitar 8 kuintal jagung pipil varietas Pertiwi 6 dalam sekali panen.

Menariknya, proses panen tidak hanya melibatkan petani dan warga. Aipda Bintoro, Bhabinkamtibmas Polsek Lowokwaru, turun langsung membantu mulai dari memanen hingga mengupas jagung bersama Ketua RW 04 Eko dan masyarakat setempat, Rabu (2/9/2026).

Kehadiran Bintoro menjadi bagian dari pendampingan Polri terhadap masyarakat dalam mengoptimalkan lahan produktif sekaligus mendorong kemandirian pangan dari lingkungan terkecil.

“Pendampingan kami lakukan mulai masa tanam, perawatan sampai panen. Kami juga mengajak warga untuk memaksimalkan lahan yang ada, termasuk lahan sempit di sekitar rumah,” ujar Bintoro.

Menurutnya, ketahanan pangan tidak harus selalu bergantung pada lahan pertanian skala besar. Pekarangan rumah pun dapat dimanfaatkan untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangan keluarga.

Warga, kata dia, bisa menanam berbagai jenis sayuran seperti sawi, kangkung, bayam, cabai hingga seledri menggunakan polybag. Selain mudah dilakukan, hasilnya dapat langsung dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga.

“Kalau bisa swasembada sayuran di sekitar rumah, saat membutuhkan tinggal dipetik dan diolah. Tidak harus menunggu belanja dulu,” katanya.

Panen sekitar 8 kuintal jagung dari lahan 700 meter persegi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa lahan terbatas tetap memiliki nilai produktif jika dikelola secara optimal.

Bagi Bintoro, keterlibatan Bhabinkamtibmas dalam kegiatan pertanian bukan sekadar membantu pekerjaan warga. Aktivitas tersebut menjadi ruang membangun kemitraan sekaligus mendorong masyarakat agar lebih kreatif dalam memanfaatkan potensi di lingkungannya.

Kolaborasi antara kepolisian, masyarakat, dan lembaga pendidikan keagamaan melalui pemanfaatan lahan produktif itu diharapkan dapat terus berkembang. Bukan hanya meningkatkan hasil pertanian, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan masyarakat dari tingkat keluarga hingga wilayah.

Melalui pendampingan langsung tersebut, Polresta Malang Kota menunjukkan bahwa kontribusi Polri dalam ketahanan pangan tidak berhenti pada imbauan, tetapi hadir di lapangan, ikut bekerja dan mendampingi masyarakat hingga hasil pertanian siap dimanfaatkan. (cha/tem)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *