MALANGPOINT.COM | MALANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menegaskan kesiapan penuh menjadi tuan rumah PPSN VI Tahun 2026. Tidak sekadar memastikan agenda nasional tersebut berjalan lancar, Pemkab Malang ingin menjadikan momentum ini sebagai ruang strategis untuk membentuk karakter generasi muda dari berbagai penjuru Nusantara.
Komitmen itu ditegaskan Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, saat menghadiri Rapat Koordinasi PPSN VI Tahun 2026 di Aula Hotel Grand Miami Kepanjen, Jumat (4/9) malam.
Dalam rakor tersebut, Wabup didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, jajaran Forkopimcam Kepanjen serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait. Koordinasi lintas sektor menjadi perhatian utama untuk memastikan seluruh persiapan hingga pelaksanaan PPSN berjalan terintegrasi.
Lathifah menilai kepercayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI kepada Kabupaten Malang sebagai tuan rumah merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar.
“Kepercayaan ini tentu menjadi kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi Kabupaten Malang. Kami menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Jawa Timur, jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan PPSN VI Tahun 2026,” ujarnya.
Menurut Lathifah, PPSN tidak boleh berhenti pada seremoni maupun kegiatan perkemahan semata. Lebih dari itu, PPSN harus mampu menghadirkan proses pendidikan karakter yang membekali generasi muda dengan nilai kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, kebangsaan dan keagamaan.
“Kita pahami bersama bahwa PPSN bukan sekadar perkemahan. Lebih dari itu, PPSN merupakan ruang pembentukan karakter generasi muda. Di dalamnya terdapat nilai-nilai kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, kecintaan kepada tanah air, sekaligus penguatan nilai-nilai keagamaan,” tegasnya.
Ia menambahkan, penguatan karakter menjadi semakin penting di tengah tantangan generasi muda yang semakin kompleks. Karena itu, PPSN diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam kemampuan dan keterampilan, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial serta rasa tanggung jawab terhadap bangsa dan negara.
Pemkab Malang pun memastikan dukungan penuh terhadap seluruh tahapan persiapan PPSN VI 2026. Setiap perangkat daerah diminta bergerak sesuai tugas dan kewenangannya, namun tetap berada dalam satu garis koordinasi.
“Saya mengajak seluruh perangkat daerah hingga para koordinator bidang yang telah bekerja keras menyusun rundown dan rencana teknis kegiatan ini untuk terus memperkuat koordinasi. Mari kita bekerja secara sektoral sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing, namun tetap dalam satu semangat dan tujuan yang sama,” ajaknya.
Lathifah juga menekankan bahwa skala PPSN VI yang bersifat nasional membutuhkan kolaborasi kuat antarlembaga. Pemkab Malang tidak ingin penyelenggaraan hanya dibebankan kepada satu institusi, melainkan menjadi kerja bersama seluruh stakeholder.
“Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi antara Kementerian Agama, Kementerian Dalam Negeri, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Malang, Gerakan Pramuka, serta Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo, saya yakin PPSN VI Tahun 2026 dapat terlaksana dengan sukses,” tuturnya.
Bagi Pemkab Malang, keberhasilan PPSN VI tidak hanya diukur dari kelancaran teknis penyelenggaraan. Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan meninggalkan warisan positif bagi generasi muda sekaligus memberikan dampak bagi masyarakat dan daerah.
PPSN VI Tahun 2026 diharapkan menjadi investasi jangka panjang dalam membangun karakter para santri dan anggota Gerakan Pramuka dari seluruh Indonesia.
Di saat yang sama, kehadiran peserta dari berbagai daerah juga menjadi peluang bagi Kabupaten Malang untuk menunjukkan kapasitas daerah dalam menggelar agenda berskala nasional.
Dengan semangat gotong royong dan koordinasi lintas sektor yang terus diperkuat, Kabupaten Malang menatap PPSN VI 2026 bukan hanya sebagai tuan rumah, tetapi sebagai bagian penting dari upaya menyiapkan generasi muda yang mandiri, berkarakter, religius dan memiliki jiwa kebangsaan yang kuat. (*)















