MALANGPOINT.COM | KOTA MALANG – Gawene RT 08 RW 01, Kelurahan Mergosono, Kecamatan Kedungkandang, Sabtu (29/8/2026) malam, berubah menjadi ruang kebersamaan warga.
Ratusan masyarakat dari berbagai usia tumpah ruah mengikuti Pentas Seni dan Budaya Gawene RT Wolu yang berlangsung meriah dan penuh semangat.
Bukan sekadar hiburan, pentas seni tersebut menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kreativitas masih hidup kuat di tengah masyarakat.
Kehadiran anggota DPRD Kota Malang dari Fraksi Golkar, Sri Mulyana turut menambah semarak acara.
Dalam sambutannya, Sri Mulyana memberikan apresiasi kepada seluruh panitia dan warga RT 08 yang mampu membangun kegiatan positif berbasis kebersamaan.
Ia menegaskan, semangat kemerdekaan tidak cukup hanya dirayakan melalui seremoni. Kemerdekaan harus diwujudkan dalam perjuangan masyarakat untuk keluar dari kebodohan dan kemiskinan.
“Saya berharap kita semua merdeka dari kebodohan dan merdeka dari kemiskinan. Seperti yang disampaikan Mbak MC tadi, RT Wolu. Masyaallah, RT 08 luar biasa,” ujar Sri Mulyana disambut tepuk tangan meriah warga.
Menurutnya, kegiatan seni dan budaya di lingkungan kampung memiliki makna penting. Selain menjadi ruang hiburan, pentas seni juga membuka kesempatan bagi anak-anak dan generasi muda untuk menunjukkan kreativitas, bakat, sekaligus membangun rasa percaya diri.
“Yang paling penting adalah kebersamaan. Dari kegiatan seperti inilah semangat gotong royong terus tumbuh,” katanya.
Beragam penampilan turut memeriahkan malam tersebut, mulai dari tari tradisional, paduan suara hingga musik akustik. Warga dari berbagai kelompok usia tampil menunjukkan kemampuan mereka di hadapan masyarakat yang memadati lokasi acara.
Ketua RT 08 RW 01, Imam Hanafi, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Sri Mulyana yang dinilai menjadi motivasi tersendiri bagi warga.
“Kami merasa terhormat Ibu Sri Mulyana berkenan hadir bersama masyarakat. Dukungan beliau menjadi semangat bagi kami untuk terus menghadirkan kegiatan-kegiatan positif di lingkungan RT,” ujarnya.
Acara yang dimulai pukul 19.00 WIB itu semakin meriah dengan pembagian berbagai doorprize. Antusiasme warga terlihat hingga penghujung acara, dengan kawasan Gawene RT Wolu dipenuhi masyarakat yang datang untuk menikmati pertunjukan sekaligus mempererat silaturahmi.
Bagi warga RT 08, Pentas Seni dan Budaya bukan hanya tentang panggung dan hiburan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi simbol bahwa dari lingkungan terkecil pun dapat tumbuh kekuatan besar, kebersamaan, kreativitas, dan semangat untuk maju bersama.
Panitia pun berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkala sebagai upaya menjaga kelestarian seni budaya sekaligus memperkuat persatuan warga di tingkat rukun tetangga. (cha)















