Polisi Pertemukan Aremania-Bonek, Bangun Komitmen Damai di Pasuruan

  • Bagikan
banner 468x60

MALANGPOINT.COM | PASURUAN – Upaya membangun hubungan yang lebih harmonis antarsuporter sepak bola Jawa Timur diwujudkan melalui pertemuan Aremania dan Bonek di Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Rabu malam (12/8/2026).

Forum silaturahmi dan dialog yang difasilitasi Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono tersebut diikuti 30 perwakilan Aremania dan 25 perwakilan Bonek.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut komitmen Kapolresta Malang Kota Kombes Pol. Danang Setiyo Pambudi Soekarno bersama Dirintelkam Polda Jatim Kombes Pol. Bondan Witjaksono untuk memperkuat komunikasi antarsuporter.

Pertemuan digelar di tengah upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif pascakericuhan dalam perayaan HUT Aremania di Sukorejo, Kabupaten Pasuruan.

Salah satu poin penting yang mengemuka adalah penegakan hukum harus ditujukan kepada individu yang terbukti melakukan pelanggaran, tanpa menggeneralisasi tindakan tersebut kepada kelompok suporter secara keseluruhan.

Kombes Pol. Danang menegaskan, rivalitas Aremania dan Bonek merupakan bagian dari dinamika sepak bola yang semestinya berlangsung secara sportif dan tidak berkembang menjadi konflik sosial.

“Bonek dan Aremania adalah saudara sesama warga Jawa Timur. Pertemuan ini menjadi momentum untuk memutus rantai permusuhan dan tidak mewariskan dendam kepada generasi berikutnya,” tegas Kombes Pol. Danang.

Ia menilai komunikasi langsung antara tokoh suporter dan komunitas akar rumput menjadi salah satu kunci mencegah kesalahpahaman serta potensi provokasi.

“Rivalitas harus tetap berada di lapangan. Di luar lapangan, kita harus menjaga persaudaraan dan keamanan Jawa Timur,” ujarnya.

Sementara itu, Kombes Pol. Bondan Witjaksono mengajak Aremania dan Bonek memperkuat semangat “Jogo Jawa Timur”. Ia mengingatkan pentingnya peran tokoh suporter dalam mencegah penyebaran informasi provokatif, terutama melalui media sosial.

“Tokoh dan komunitas suporter harus aktif mengingatkan anggotanya agar tidak mudah terpancing provokasi di media sosial. Mari bersama menjaga Jawa Timur tetap aman dan kondusif,” kata Bondan.

Perwakilan Aremania maupun Bonek menyatakan dukungan terhadap penguatan komunikasi di tingkat akar rumput. Mereka mendorong setiap persoalan diselesaikan melalui dialog sehingga tidak berkembang menjadi gesekan antarkelompok.

Pertemuan ini menegaskan bahwa sepak bola dapat menjadi ruang membangun sportivitas sekaligus persaudaraan. Rivalitas menjadi bagian dari pertandingan, sedangkan keamanan dan kedamaian Jawa Timur merupakan kepentingan bersama. (tem/dd)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *