UB Gandeng VOSCO, Mitufaya dan Grand Mercure, Percepat Hilirisasi Riset Lewat Produk Inovasi BOUMI

  • Bagikan
penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan VOSCO, Mitufaya, dan Grand Mercure Malang Mirama
banner 468x60

MALANGPOINT.COM | Universitas Brawijaya (UB) mengambil langkah konkret untuk memastikan hasil riset tidak hanya menjadi karya ilmiah, tetapi juga mampu bersaing di dunia industri.

Hal itu diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan VOSCO, Mitufaya, dan Grand Mercure Malang Mirama sebagai bagian dari percepatan hilirisasi produk inovasi BOUMI, Kamis (16/7/2026).

Kerja sama yang berlangsung di Gedung Rektorat UB tersebut menjadi tonggak penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan sektor bisnis. Melalui sinergi ini, UB ingin membangun ekosistem inovasi yang mampu mengubah hasil penelitian menjadi produk komersial bernilai tinggi dan memiliki daya saing di pasar.

Nota kesepahaman ditandatangani langsung oleh Rektor Universitas Brawijaya Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D., Med.Sc., bersama Founder VOSCO sekaligus Ketua BPC HIPMI Kota Malang Hendi Suryo Leksono, S.E., M.M., Founder Mitufaya Taufiq Akbar, serta perwakilan Grand Mercure Malang Mirama yang mewakili General Manager Dr. Sugito Adhi. Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Prof. Dr. Unti Ludigdo, S.E., M.Si., Ak.

Dalam sambutannya, Prof. Widodo menegaskan bahwa keberhasilan sebuah perguruan tinggi tidak hanya diukur dari banyaknya publikasi ilmiah, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan inovasi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Perguruan tinggi harus mampu menghadirkan solusi. Karena itu, hasil riset harus bisa dihilirisasi menjadi produk yang memberikan nilai tambah, membuka peluang usaha, dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Percepatan hilirisasi tersebut dikawal Direktorat Inovasi dan Kawasan Sains dan Teknologi (DIKST) UB yang selama ini menjadi ujung tombak pengembangan inovasi kampus. Perwakilan DIKST, Dias Satria, S.E., M.App.Ec., Ph.D., mengatakan kolaborasi dengan dunia usaha merupakan faktor penting agar inovasi kampus tidak berhenti di tahap penelitian.

“Kami ingin hasil riset sivitas akademika Universitas Brawijaya benar-benar masuk ke pasar, dikenal masyarakat, dan mampu memberikan manfaat ekonomi maupun sosial secara berkelanjutan,” kata Dias.

Di sisi lain, PT Brawijaya Multi Usaha (BMU) turut memperkuat proses hilirisasi dengan mengembangkan model bisnis, membangun kemitraan strategis, hingga memperluas akses pemasaran. Peran BMU diharapkan menjadi jembatan antara inovasi kampus dengan kebutuhan industri.

Founder VOSCO sekaligus Ketua BPC HIPMI Kota Malang, Hendi Suryo Leksono, menilai Indonesia memiliki banyak inovasi berkualitas yang lahir dari perguruan tinggi. Namun, menurutnya, tantangan terbesar adalah membawa inovasi tersebut agar mampu diterima pasar.

“Kolaborasi seperti ini sangat penting. Dunia usaha dapat membantu mempercepat proses validasi pasar, pengembangan produk, hingga distribusi. Ketika kampus dan industri bergerak bersama, inovasi akan lebih cepat berkembang dan memberi dampak ekonomi yang nyata,” ungkap Hendi.

Usai penandatanganan MoU, seluruh mitra melanjutkan pembahasan implementasi kerja sama dalam forum diskusi di UB Guest House yang dipimpin Direktur Operasional Universitas Brawijaya, Didik Huswo Utomo, Ph.D. Diskusi tersebut membahas strategi pengembangan ekosistem BOUMI serta peluang kolaborasi lanjutan untuk memperkuat posisi produk inovasi UB di pasar nasional.

Melalui kemitraan ini, Universitas Brawijaya menegaskan komitmennya membangun ekosistem hilirisasi yang berkelanjutan, sehingga hasil riset tidak hanya menjadi prestasi akademik, tetapi juga mampu menciptakan nilai ekonomi, memperkuat industri nasional, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat. (Cha)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *