Prabowo Jadikan Malang Titik Awal Penguatan Ketahanan Pangan, Libatkan TNI-Polri hingga Petani

  • Bagikan
banner 468x60

MALANGPOINT.COM | Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional melalui kolaborasi besar yang melibatkan TNI, Polri, kementerian, pemerintah daerah, hingga para petani.

Komitmen tersebut disampaikan saat memimpin Panen Raya Terintegrasi yang dipusatkan di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, dan diikuti secara serentak di 43 titik di seluruh Indonesia.

Panen raya ini menjadi simbol penguatan sinergi lintas sektor dalam meningkatkan produktivitas komoditas strategis sekaligus memastikan ketahanan pangan nasional semakin kokoh di tengah berbagai tantangan global.

Sesaat setelah tiba di Lanud Abdulrachman Saleh, Presiden langsung menuju lokasi panen yang terhubung secara nasional.

Kegiatan meliputi panen tebu di delapan lokasi dengan pendampingan TNI Angkatan Udara, panen padi di 31 lokasi bersama TNI Angkatan Darat, serta panen kedelai di empat lokasi yang didampingi TNI Angkatan Laut.

Presiden juga meninjau berbagai stan yang memamerkan inovasi TNI dalam mendukung sektor pertanian. Beragam teknologi modern dan program hilirisasi hasil pertanian ditampilkan sebagai upaya meningkatkan nilai tambah komoditas, memperkuat industri nasional, sekaligus mendorong sistem pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Di tengah rangkaian kegiatan, Presiden menyempatkan berdialog dengan para petani. Ia mendengarkan langsung berbagai persoalan di lapangan, mulai dari produktivitas hingga harapan terhadap kebijakan pemerintah. Dialog tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan setiap kebijakan pertanian benar-benar menjawab kebutuhan petani.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menilai Panen Raya Terintegrasi membuktikan bahwa ketahanan pangan merupakan agenda bersama seluruh komponen bangsa, bukan hanya menjadi tanggung jawab Kementerian Pertanian.

“Kegiatan ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan Kementerian Pertanian, tetapi merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh kekuatan bangsa,” ujar Presiden.

Ia juga menegaskan bahwa kehadiran TNI dan Polri dalam mendukung sektor pangan merupakan bentuk nyata pengabdian kepada rakyat.

Menurut Presiden, aparat negara memiliki tanggung jawab yang sama untuk memastikan masyarakat memperoleh jaminan ketersediaan pangan.

“TNI dan Polri adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari rakyat Indonesia. Kesulitan rakyat adalah kesulitan TNI dan Polri,” tegas Presiden Prabowo (tem/dd)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *