Bupati Malang Dorong IPSI Jadi Pilar Pembentukan Karakter Generasi Muda

  • Bagikan
Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., saat menghadiri pelantikan Pengurus IPSI Kabupaten Malang masa bakti 2026–2030
banner 468x60

MALANGPOINT.COM | MALANG – Pemerintah Kabupaten Malang mendorong Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Malang memperkuat perannya dalam membangun karakter generasi muda melalui pembinaan pencak silat.

Harapan tersebut disampaikan Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., saat menghadiri pelantikan Pengurus IPSI Kabupaten Malang masa bakti 2026–2030 di NK Cafe Karangploso, Sabtu (4/7).

Pelantikan tersebut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Malang Darmadi, jajaran KONI Kabupaten Malang, Direktur Utama Jasa Yasa, serta pengurus IPSI Provinsi Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Sanusi menegaskan bahwa pencak silat memiliki fungsi yang lebih luas dibanding sekadar olahraga prestasi.

Menurutnya, seni bela diri asli Indonesia itu merupakan sarana pembentukan karakter yang mampu menanamkan disiplin, sportivitas, etika, dan akhlak kepada generasi muda.

“Melalui pencak silat, anak-anak tidak hanya dilatih kemampuan fisiknya, tetapi juga dibentuk mental, kepribadian, dan akhlaknya agar menjadi generasi yang bertanggung jawab,” kata Sanusi.

Bupati Malang meminta kepengurusan IPSI yang baru segera menyusun program pembinaan yang menyentuh kalangan pelajar.

Ia mengusulkan agar pencak silat mulai diperkenalkan kepada siswa kelas IV hingga VI Sekolah Dasar dan jenjang Sekolah Menengah Pertama melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Malang.

Menurutnya, pengenalan pencak silat sejak usia dini dapat menjadi salah satu upaya membangun budaya saling menghormati di lingkungan sekolah sekaligus menekan kasus perundungan.

“Kalau anak-anak dibina dengan nilai-nilai pencak silat, mereka akan belajar menghargai sesama, saling melindungi, dan tidak mudah melakukan tindakan bullying,” ujarnya.

Sanusi juga mengingatkan bahwa pencak silat mengajarkan nilai-nilai luhur yang harus terus dijaga oleh seluruh pesilat. Ia mengaku memperoleh banyak pelajaran tentang kesabaran, kerendahan hati, dan pengendalian diri saat menekuni pencak silat di masa mudanya.

Karena itu, ia berharap para atlet maupun pengurus IPSI tidak menjadikan kemampuan bela diri sebagai alat untuk menunjukkan kekuatan atau memicu perselisihan, melainkan sebagai bekal untuk menjaga diri serta memberi manfaat bagi masyarakat.

Di akhir sambutannya, Sanusi mengajak seluruh jajaran IPSI Kabupaten Malang menjadikan kepengurusan periode 2026–2030 sebagai momentum memperkuat prestasi olahraga sekaligus memperluas pembinaan karakter di tengah masyarakat.

Ia optimistis, dengan pembinaan yang berkesinambungan dan kolaborasi bersama berbagai pihak, IPSI Kabupaten Malang mampu melahirkan atlet berprestasi sekaligus generasi muda yang berintegritas, berakhlak mulia, serta mampu menjaga persatuan dan persaudaraan.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *