Safari Ramadan Golkar Kota Malang bersama Ormas Jadi Ruang Konsolidasi untuk Perkuat Soliditas Internal Partai

  • Bagikan
0-4096x2304-0-0-{}-0-24#
banner 468x60

MALANGPOINT.COM | KOTA MALANG – DPD Partai Golkar Kota Malang menutup rangkaian Safari Ramadan dengan menggelar pertemuan bersama organisasi kemasyarakatan yang menjadi bagian dari keluarga besar partai.

Pertemuan tersebut dimanfaatkan sebagai ruang konsolidasi untuk memperkuat kembali soliditas internal menjelang kontestasi politik mendatang.

Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang, Djoko Prihatin, mengatakan Safari Ramadan yang digelar bersama Ormas menjadi bagian dari rangkaian kegiatan silaturahmi politik selama bulan puasa.

Sebelumnya, jajaran pengurus partai juga telah melakukan pertemuan dengan berbagai elemen, mulai dari tokoh masyarakat hingga unsur pemerintah kota.

“Hari ini kita bersama Ormas. Sebelumnya kita sudah melakukan rangkaian kegiatan dengan kecamatan, para sesepuh, dan juga dengan pemerintah kota yang diwakili Wakil Wali Kota,” kata Djoko.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi Safari Ramadan terakhir yang digelar Golkar Kota Malang tahun ini. Rangkaian kegiatan itu rencananya akan ditutup dengan agenda berbagi bingkisan Lebaran.

Lebih dari sekadar agenda Ramadan, Djoko menilai pertemuan dengan Ormas itu penting untuk memperkuat kembali persaudaraan dan konsolidasi organisasi di tubuh Golkar.

Saat ini Golkar Kota Malang memiliki delapan organisasi kemasyarakatan dan dua organisasi sayap partai yang menjadi bagian dari kekuatan politik partai.

“Ini momentum untuk menyolidkan kembali kekuatan kita. Kita punya delapan Ormas dan dua sayap yang menjadi kekuatan Golkar,” katanya.

Ia menegaskan bahwa seluruh elemen organisasi tersebut diharapkan dapat bergerak bersama dalam satu visi dan tujuan, terutama untuk menghadapi Pemilu 2029.

Menurutnya, mesin politik Golkar memang belum sepenuhnya dipanaskan, namun konsolidasi sudah mulai dilakukan agar seluruh elemen partai dapat kembali bergerak bersama.

“Mesin kita memang belum dipanaskan, tetapi kita ajak semua untuk bersatu dan bergerak bersama dalam satu visi menuju 2029,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah Ormas menyampaikan harapan agar hubungan internal yang sempat mengalami dinamika dapat kembali diperkuat. Mereka juga menyatakan kesiapan untuk kembali berjuang bersama Golkar.

Dari delapan Ormas yang diundang, setidaknya empat organisasi hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Kosgoro 1957, Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia, Himpunan Wanita Karya, serta Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong.

Selain itu, dua organisasi sayap partai juga turut hadir, yakni Kesatuan Perempuan Partai Golkar dan AMPI.

“Memang yang hadir sekitar 50 persen dari yang diundang. Tetapi semangatnya sama, mereka ingin kembali bersama untuk memajukan Golkar,” ujar Djoko.

Sementara itu, perwakilan DPD Partai Golkar Jawa Timur yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menilai pertemuan dengan Ormas menjadi langkah penting untuk memperkuat basis politik partai.

Ia menyebut kekuatan Golkar selama ini lahir dari jaringan organisasi masyarakat yang menjadi bagian dari keluarga besar partai.

“Kekuatan Golkar itu berasal dari akar. Karena itu kegiatan seperti ini penting untuk kembali menguatkan jaringan keluarga besar Golkar,” katanya.

Menurutnya, konsolidasi harus dilakukan sejak dini karena waktu menuju kontestasi politik berikutnya tidak terlalu panjang.

“Kalau dihitung secara realistis, waktu kita hanya sekitar dua sampai tiga tahun menuju kontestasi berikutnya. Ini tentu pekerjaan yang tidak mudah,” ujarnya.

Karena itu ia menekankan bahwa perjuangan politik tidak bisa hanya mengandalkan pengurus struktural partai saja. Seluruh elemen organisasi yang menjadi bagian dari Golkar harus ikut bergerak.

“Tidak bisa hanya pengurus DPD saja. Seluruh mesin dan keluarga besar Golkar harus bergerak bersama,” katanya.

Di sisi lain, Wakil Ketua Bidang Kerohanian dan Lintas Keagamaan Golkar Kota Malang, Yohanes, yang baru bergabung dengan partai tersebut mengaku melihat Golkar sebagai tempat belajar politik yang memiliki pengalaman panjang.

Menurutnya, sebagai kader baru ia ingin belajar dari partai yang telah memiliki rekam jejak panjang dalam dinamika politik nasional.

“Saya merasa Golkar adalah partai yang sudah senior. Sebagai anggota baru, saya ingin belajar politik dari partai yang sudah memiliki pengalaman panjang,” ujarnya.

Ia berharap pengalaman dan tradisi politik Golkar dapat menjadi bekal bagi kader baru untuk memahami proses politik secara lebih matang.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *