Dihadiri Wali Kota hingga Anggota DPRD, Peresmian Rebelion Tennis Bangkitkan Pecinta Tennis di Kota Malang

  • Bagikan
banner 468x60

MALANGPOINT.COM | Rebellion Tennis Club secara resmi diresmikan. Selain sebagai ajang silaturahmi, tujuan terbentuknya Rebellion Tennis Club ini untuk membangkitkan para pencinta tennis di Kota Malang.

Peresmian klub ini digelar secara sederhana namun penuh makna di Kantor Pengurus Cabang PELTI Kota Malang, pada Kamis (28/11/2025) malam.

Yang lebih spesial lagi, pada peresmiaan club tenis ini juga bertepatan dengan Hari Ulang Tahun pemilik klub, Abiyyu Fitrah Pamungkas atau yang akrab disapa Amung.

Meski sederhana, ​acara peresmian ini dihadiri langsung oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat dan Wakil Ketua 3 Komisi A DPRD Kota Malang, Rimzah Jubair, Kepala Disporapar dan perwakilan KONI Kota Malang.

​Sebelum prosesi pemotongan tumpeng, Amung mendapat kejutan ulang tahun dari pengurus dan member Rebellion Club. Bahkan ia juga mendapat ucapan dari Wali Kota Wahyu Hidayat dengan menyiram air sebagai bentuk keakraban.

​Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyoroti pentingnya peningkatan sarana dan prasarana olahraga serta peran klub baru dalam pembinaan atlet. Wali Kota Wahyu sangat mengapresiasi keberadaan lapangan semi-indoor Dispora yang diklaim biaya sewa paling terjangkau.

“Harapannya, ini bisa meningkatkan prestasi, terutama pada kader-kader ataupun bibit-bibit atlet yang sudah dipersiapkan membawa nama Kota Malang bisa lebih baik lagi” ucap Wali Kota Wahyu

Wali Kota membenarkan bahwa biaya sewa di sini paling murah, Jadi, ini bisa bersaing dengan tempat untuk latihan tenis yang lainnya.

“Saya berharap ini lebih murah dan bisa dimanfaatkan dengan baik untuk atlet-atlet Kota Malang,” harapnya

​Lebih lanjut, Wali Kota berharap Rebellion dapat menjadi pendukung visi-misinya, yakni menciptakan Kota Olahraga.

​”Rebellion ini juga menjadi wadah mereka yang senang. Karena memang berharap olahraga ini menjadi salah satu pendukung dari visi-misi saya dengan Mas Wakil Wali Kota dari Nawaktahes. Kami pastikan nanti Kota Malang akan menjadi Kota Olahraga yang luar biasa,” ujarnya

​Anggota DPRD Kota Malang, Rimzah Jubair, menyampaikan apresiasi serupa. Ia menekankan bahwa banyaknya kegiatan olahraga positif dapat meminimalisir aktivitas negatif anak muda.

“Ini bagus, dengan banyaknya kegiatan-kegiatan positif atau kegiatan-kegiatan olahraga, itu meminimalisir kegiatan-kegiatan anak muda yang negatif. Kami mendorong seluruh anak muda, Gen Z, yang tumbuh kembang di Kota Malang, lurus menjadikan kegiatan-kegiatan positif, bukan kegiatan-kegiatan negatif. Malam kumpulnya olahraga, bukan malam kumpulnya yang enggak-enggak,” ungkap Rimzah.

​Abiyyu Fitrah Pamungkas (Amung), pemilik Rebelion Club, menjelaskan bahwa klubnya berdiri pada November 2025 dan memiliki sekitar 100 member, dengan 50 di antaranya aktif. Klub ini secara tegas berprinsip untuk memberikan fasilitas latihan yang bebas hujan.

​”Tujuannya kami bikin klub Rebelion ini ke depannya ini bisa menjadi wadah buat anak-anak muda, buat milenial, buat Gen Z, supaya mereka ada kegiatan olahraga yang enggak monoton di Kota Malang” jelas Amung

Harapannya anak-anak Gen Z, anak-anak muda ini mau olahraga tennis dengan biaya yang terjangkau dan tidak kehujanan.

​Amung juga mengungkapkan bahwa biaya latihan di klub ini sangat terjangkau, yaitu Rp100.000 untuk 4 sampai 5 jam coaching bersama dua pelatih profesional.

Ia berencana membangun lapangan semi-indoor sendiri di kawasan Klojen dan akan membuka kelas junior untuk anak usia 3 sampai 5 tahun sebagai bentuk pembinaan.

​Sementara itu, Ketua Cabang PELTI Kota Malang, Mirza Ronald Adi Saputra, menyambut baik antusiasme klub baru ini yang ia sebut memberikan warna bagi perkembangan tenis di Kota Malang.

Ia juga menjelaskan bahwa tenis di Kota Malang saat ini sedang berkembang, hal dibuktikan dengan total 24 klub yang terdaftar.

“Banyaknya klub menunjukkan semakin banyaknya peminat. Dan semakin banyaknya peminat menunjukkan betapa tenis ini tumbuh dan berkembang. Dari situ kita bisa menggali potensi-potensi untuk jadi pemain yang bagus nantinya,” terangnya.

​Mirza juga sedikit memberi bocoran bahwa ada kemungkinan turnamen tenis skala internasional, Turnamen Tenis Internasional Widjojo Soejono (ITF Widjojo Soejono khusus junior, akan pindah tuan rumah dari Surabaya ke Kota Malang tahun depan.

​Terkait stigma bahwa tenis adalah olahraga mahal, Mirza menyangkalnya. Dengan banyaknya peminat tenis, ini menghapus stigma bahwa tenis ini olahraga mahal, padahal tenis ini sebenarnya olahraga yang cukup murah

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *