Menteri Kebudayaan RI Hadiri Penutupan Kongres Peneleh “Jeng Oetomo”

  • Bagikan
banner 468x60

MALANGPOINT.COM | MALANG – Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon, hadiri Penutupan Kongres II Aktivis Peneleh “Jang Oetama di Gedung Sekolah Islam Bani Hasyim, Perum Persada Bhayangkara Blok. L-K, Pagentan, Kecamatan Singosari, Minggu (16/2/2025) pagi.

Hadir pada kesempatan yang sama Wakil Bupati Malang Drs. H. Didik Gatot Subroto, SH., MH., mewakili Bupati Malang, Anggota DPR RI, Staf Khusus serta Jajaran dari Kementerian Kebudayaan RI, Jajaran Forkopimda Kabupaten Malang.

Dan Ketua Dewan Pembina Yayasan Peneleh Jang Oetama, Ketua Yayasan Bani Hasyim, Ketua Yayasan Peneleh Jang Oetama, Direktur Peneleh Research Institute, Ketua Pelaksana Kongres, Camat dan Forkopimcam Singosari.

Tampak Wakil Bupati Malang dengan khidmat mengikuti serangkaian penutupan Kongres II Aktivis Peneleh “Jang Oetama”.

Kegiatan ini di tutup langsung oleh Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon. Hari ini, Kongres II Aktivis Peneleh juga menetapkan dan merumuskan rekomendasi kebudayaan yang diberikan kepada Menteri Kebudayaan RI.

“Rekomendasi Kebudayaan ini meliputi berbagai poin-poin rekomendasi konstruktif untuk masa depan kebudayaan Indonesia ke depannya. Khususnya untuk kemajuan kebudayaan dalam bidang pendidikan Indonesia yang nantinya membentuk kader-kader bangsa yang memiliki kejatidirian Nusantara sejati” ujar Fadli Zon

Pada kegiatan ini dilakukan penyerahan cinderamata berupa buku dan keris yang diserahkan langsung kepada Menteri Kebudayaan RI. Dilanjutkan foto bersama dengan jajaran tamu VIP dan para peserta kegiatan.

Kongres ini merupakan wujud komitmen Aktivis Peneleh untuk lebih progres ke depannya. Berbagai ide dan gagasan Aktivis Peneleh yang sudah dimusyawarahkan dalam berbagai komisi, yakni kebudayaan, Kesejahteraan, Syuro, dan Keorganisasian.

Inisiasi Kiri Nusantara, menjadi tema Kongres II Aktivis Peneleh. Suatu tema yang sangat menarik dan memantik gerakan Aktivis Peneleh untuk lebih progresif ke depannya.

Ini adalah upaya membangkitkan kembali peradaban Nusantara melalui nilai-nilai religiositas dan kebudayaan asli, dengan cara menyucikan pengaruh negatif liberalisme untuk mengembalikan kecerdasan kreatif dan jiwa bangsa

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *