JLS Malang-Blitar Tinggal 5 Km, Tahun Ini Ditargetkan Tuntas

  • Bagikan
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma
banner 468x60

MALANGPOINT.COM | MALANG – Pembangunan Jalan Lintas Selatan (JLS) Kabupaten Malang terus berjalan. Saat ini, pengerjaan konektivitas JLS ke arah barat, menuju Blitar, menjadi prioritas karena menyisakan sekitar 5 kilometer.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma, mengatakan ruas menuju Blitar ditargetkan dapat dituntaskan tahun ini.

“Ke Blitar kan sisa 5 kilometer lagi. Insyaallah tahun ini sudah selesai yang ke sana,” ujar Khairul Isnaidi Kusuma, yang akrab disapa O’ong, Rabu (9/2026)

Ruas JLS dari Pantai Modangan, Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, hingga jembatan perbatasan Kabupaten Malang-Blitar telah rampung sejak 2022. Pekerjaan yang tersisa berada di sekitar 5 kilometer menuju Pantai Jolosutro.

Pada bagian tersebut, kondisi jalan hingga kini masih belum seluruhnya beraspal dan sebagian masih berupa tanah.

Penyelesaian ruas ini menjadi pekerjaan lanjutan untuk memastikan konektivitas JLS Malang menuju wilayah Blitar semakin terbuka.

Sementara itu, pengerjaan JLS ke arah timur menuju Lumajang belum memasuki tahap konstruksi. Pemerintah masih melakukan pengkajian trase karena jalur yang akan dibangun memiliki tantangan jauh lebih kompleks.

Dari simpang Pantai Sendang Biru, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, saat ini belum terdapat jalur lurus yang langsung mengarah ke timur. Akses yang tersedia masih menggunakan jalur lama menuju Turen dan Dampit.

Menurut O’ong, panjang rencana jalur ke arah timur diperkirakan sekitar 35–40 kilometer. Selain lebih panjang, medan yang harus ditembus juga tergolong berat.

Kondisinya meliputi kawasan pegunungan kapur, jalan berliku, lereng dengan galian dan timbunan tinggi, hingga kebutuhan pembangunan jembatan panjang untuk melintasi sungai yang menjadi aliran lahar dingin.

Sejumlah kawasan hutan lindung dan hutan produksi milik Perhutani juga menjadi pertimbangan dalam menentukan trase.

“Panjangnya ke timur sekitar 35 sampai 40 kilometer,” katanya.

Pemerintah kini mengkaji sejumlah opsi. Salah satunya membuka sebagian trase baru dari kawasan Druju, Sumbermanjing Wetan, kemudian diarahkan ke timur dengan tetap memanfaatkan sebagian jalur lama Turen-Sendang Biru.

“Sempat ada rencana dari Druju naik ke atas sedikit dan langsung belok ke timur. Artinya akan dibuka lahan dan trase baru ke arah timur. Tapi semuanya masih dalam pengkajian,” jelasnya.

Opsi lainnya adalah membangun trase baru sepenuhnya dari simpang Sendang Biru hingga perbatasan Malang-Lumajang dan dilanjutkan menuju Pasirian, Lumajang.

Dalam rencana tersebut, total panjang koridor mencapai sekitar 69,682 kilometer, terdiri atas ruas Sendang Biru–batas Kabupaten Malang sepanjang 43,31 kilometer dan batas Malang–Lumajang sepanjang 26,572 kilometer.

Untuk saat ini, fokus pengerjaan masih diarahkan pada penyelesaian ruas menuju Blitar. Sedangkan kelanjutan ke arah Lumajang masih menunggu hasil kajian trase dan keputusan pemerintah pusat.

Pembangunan konstruksi JLS sendiri berada di bawah kewenangan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali Kementerian Pekerjaan Umum, sementara DPUBM Kabupaten Malang turut terlibat dalam aspek perencanaan dan koordinasi daerah. (cha/dd)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *