73 Angkot Pelajar Gratis Diluncurkan di Kota Malang, Kapolresta: Tekan Risiko Kecelakaan dan Pelanggaran Lalu Lintas

  • Bagikan
Angkutan Pelajar Gratis Kota Malang Tahun 2026 resmi diluncurkan Pemerintah Kota Malang
banner 468x60

MALANGPOINT.COM | KOTA MALANG — Upaya menekan risiko kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas yang melibatkan pelajar kini mendapat dukungan konkret di Kota Malang.

Sebanyak 73 unit Angkutan Pelajar Gratis Kota Malang Tahun 2026 resmi diluncurkan Pemerintah Kota Malang, Senin (31/8/2026).

Program transportasi gratis yang didukung APBD Kota Malang tersebut tidak sekadar menjadi fasilitas antar-jemput pelajar, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor oleh pelajar yang belum memenuhi persyaratan berkendara di jalan raya.

Peluncuran yang berlangsung di Balai Kota Malang itu dihadiri sekitar 250 peserta, termasuk Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setyo P.S., jajaran Forkopimda, pejabat Pemkot Malang, serta perwakilan pengemudi angkutan pelajar.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setyo P.S. mengapresiasi kebijakan tersebut karena dinilai memiliki dampak langsung terhadap peningkatan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.

Menurutnya, keberadaan angkutan pelajar gratis dapat menjadi solusi preventif untuk mengurangi potensi pelajar mengendarai sepeda motor tanpa memenuhi persyaratan, termasuk belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) dan masih rendahnya kesadaran penggunaan perlengkapan keselamatan.

“Angkutan pelajar gratis ini menjadi langkah positif untuk meningkatkan keselamatan pelajar, terutama bagi mereka yang masih belum memiliki SIM, sekaligus mendukung terciptanya tertib berlalu lintas,” ujar Kombes Pol Danang.

Danang menegaskan, persoalan keselamatan pelajar di jalan raya tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat kepolisian. Dibutuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah daerah, kepolisian, sekolah, orang tua, pengemudi angkutan, hingga masyarakat.

Dengan tersedianya moda transportasi khusus pelajar, kata dia, diharapkan risiko kecelakaan dapat ditekan sejak dari hulu.

Selain itu, program tersebut juga dapat mengurangi potensi pelanggaran lalu lintas yang selama ini masih kerap dilakukan oleh pengendara usia pelajar.

Kapolresta pun mengingatkan agar fasilitas tersebut dimanfaatkan secara tertib dan bertanggung jawab. Para pengemudi juga diminta mengutamakan keselamatan, kedisiplinan, serta memberikan pelayanan terbaik kepada para pelajar.

Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, program Angkutan Pelajar Gratis merupakan bagian dari komitmen Pemkot Malang dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, terjangkau, dan inklusif.

“Program ini diharapkan dapat memperkuat transportasi publik sekaligus mengurangi ketergantungan pelajar terhadap kendaraan pribadi,” kata Wahyu.

Peluncuran 73 armada tersebut ditandai dengan peninjauan kendaraan oleh Wali Kota bersama jajaran Forkopimda, dilanjutkan foto bersama para pengemudi dan flag off pemberangkatan angkutan pelajar gratis.

Dengan mulai beroperasinya puluhan angkot pelajar itu, Pemerintah Kota Malang berharap akses transportasi menuju sekolah semakin mudah dan aman, beban biaya perjalanan masyarakat dapat berkurang, serta penggunaan sepeda motor oleh pelajar bisa ditekan.

Lebih dari sekadar program transportasi, kehadiran 73 Angkutan Pelajar Gratis ini menjadi bagian dari langkah bersama membangun budaya keselamatan sejak usia dini, sekaligus memperkuat kamseltibcarlantas demi mewujudkan Kota Malang yang semakin aman, tertib, dan kondusif. (cha/tem)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *