Lima Media Malang Kompak Apresiasi Didik Sucahyo, Semangat Berkarya Tak Lekang Usia

  • Bagikan
Owner Malangpoint.com, Bety Sela Oktavia, memberikan apresiasi atas konsistensi Didik Sucahyo dalam dunia musik.
banner 468x60

MALANGPOINT.COM | KOTA MALANG – Kiprah musisi senior Didik Sucahyo, mantan bassist grup rock legendaris ELPAMAS, mendapat apresiasi dari sejumlah insan media di Malang dalam launching single D’Bass Project di deKata Eatery and Barrel, Kota Malang, Sabtu (29/8/2026) malam.

Meski kini menetap di Belanda, Didik tetap menjaga ikatan dengan Kota Malang dan para musisinya. Ia menggandeng sejumlah musisi lokal dalam D’Bass Project, dengan formasi Didik Sucahyo pada bass, Wiwil pada gitar, Bobi Nilam sebagai drummer, dan Roni Zam sebagai vokalis.

Semangat tersebut dinilai menjadi inspirasi, khususnya bagi musisi muda, bahwa usia bukan alasan untuk berhenti menghasilkan karya.

Owner Malangpoint.com, Bety Sela Oktavia, memberikan apresiasi atas konsistensi Didik dalam dunia musik.

“Kami sangat senang mendukung Sam Didik Sucahyo. Kami dari Malangpoint.com, Indonewsdaily.com, Kabarbaik.com, Newsnoid.com dan Kabarkarya.com ikut mengawal perjalanan Sam Didik selama berada di Malang,” ujar Ocha, sapaan akrabnya.

Menurut Ocha, dukungan media bukan sekadar meliput, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian terhadap para seniman yang terus menghasilkan karya positif.

“Kami sangat berterima kasih karena Sam Didik telah menyebarkan virus kreativitas seni. Meski usia beliau tidak muda lagi, semangatnya justru menjadi energi positif bagi musisi-musisi muda untuk terus berkarya,” tambahnya.

Di hadapan para musisi dan insan media, Didik Sucahyo juga menyampaikan pesan penting tentang masa depan kreativitas seni.

Menurutnya, para seniman dan musisi membutuhkan ruang untuk tumbuh dan berkembang. Karena tanpa dukungan dan ruang berekspresi, banyak potensi kreatif yang akhirnya tidak mendapatkan kesempatan.

“Kreativitas seni harus mendapatkan dukungan dari pemerintah. Tanpa ada ruang, musisi bisa tenggelam,” tegas Didik.

Pesan tersebut sejalan dengan semangat yang ditunjukkan para insan media di Malang yang selama ini berupaya memberikan ruang bagi karya-karya positif.

Bagi media yang hadir dan memberikan dukungan, perjalanan Didik Sucahyo bukan hanya tentang seorang musisi senior yang kembali merilis dua single.

Lebih dari itu, Didik telah menunjukkan bahwa karya adalah cara terbaik untuk tetap hidup dalam perjalanan seni.
Didik Sucahyo dijadwalkan kembali ke Belanda pada Minggu (30/8/2026).

Namun sebelum kembali, ia telah meninggalkan energi positif bagi dunia musik Malang. Dan dukungan media menjadi bagian penting dari perjalanan tersebut.

Launching D’Bass Project juga semakin spesial dengan hadirnya gitaris ELPAMAS, Totok Tewel, yang mendampingi Didik dan turut tampil di atas panggung.

Keduanya kembali membangkitkan nostalgia lewat lagu fenomenal ELPAMAS, “Pak Tua”, yang menjadi salah satu momen paling berkesan dalam acara tersebut.

Sampai jumpa lagi, Om Didik Sucahyo. Terima kasih telah menularkan semangat, kreativitas dan keyakinan bahwa usia tidak pernah menjadi batas untuk terus berkarya.

Kami tunggu kembali karya dan kehadiranmu di Indonesia tahun depan. (cha/dd)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *