MALANGPOINT.COM | JAKARTA – Dari lebih dari 4.000 Rukun Tetangga di Kota Malang, sebuah gagasan tentang pembangunan dari bawah kini mendapat pengakuan di panggung nasional.
Bukan sekadar program pembangunan lingkungan, RT Berkelas menjadi taruhan Pemerintah Kota Malang untuk membalik pola lama, warga tidak lagi hanya menjadi penerima kebijakan, tetapi diberi ruang menentukan sendiri kebutuhan paling mendesak di wilayahnya.
Pendekatan inilah yang mengantarkan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat meraih Pimpinan Daerah Awards 2026 kategori Pelayanan Publik. Penghargaan diserahkan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya di MNC Tower, Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan terhadap arah pembangunan Kota Malang yang mencoba bergerak dari tingkat paling dekat dengan kehidupan masyarakat: RT.
Berawal dari penjabaran visi dan misi Wahyu Hidayat bersama Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin, Program RT Berkelas dirancang untuk menghidupkan kembali semangat pembangunan berbasis lingkungan.
Setiap RT diberi kesempatan mengusulkan kebutuhan prioritas sesuai persoalan yang mereka hadapi. Pemerintah kemudian hadir untuk mendorong realisasi usulan tersebut.
Di titik inilah pola pembangunan berubah. Pemerintah tidak sepenuhnya menentukan apa yang dibutuhkan warga dari balik meja birokrasi. Sebaliknya, kebutuhan di lapangan menjadi pijakan untuk menentukan prioritas.
Warga menjadi bagian dari proses, bukan sekadar objek pembangunan.
Keseriusan itu terlihat dari anggaran yang digelontorkan. Pemkot Malang menyiapkan Rp215 miliar untuk Program RT Berkelas yang menjangkau lebih dari 4.000 RT.
Anggaran besar itu diarahkan untuk memastikan pembangunan benar-benar menyentuh persoalan yang hidup di tengah masyarakat dan tidak berhenti pada proyek-proyek yang jauh dari kebutuhan warga.
Wamendagri Bima Arya menilai penghargaan kepada para kepala daerah merupakan bentuk apresiasi atas perjuangan mereka menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.
“Setiap pemimpin ada zamannya, setiap pemimpin ada tantangannya. Pemimpin hari ini, kepala daerah hari ini dihadapkan pada tantangan yang sangat tidak mudah. Kalau hari ini kemudian para kepala daerah itu menerima penghargaan, mereka memang para petarung,” ujar Bima Arya.
Menurutnya, kepala daerah saat ini berada dalam tekanan berbagai tuntutan sekaligus. Mereka harus menjalankan program strategis pemerintah pusat, memenuhi janji kampanye, memastikan pelayanan dasar berjalan, hingga menghadapi dinamika media dan koridor hukum.
Karena itu, Bima mengingatkan agar penghargaan tidak dimaknai sebagai kemenangan pribadi seorang kepala daerah.
“Dan kita berharap tentu penghargaan ini bukan sekadar menambah daftar koleksi pribadi kepala daerah, tapi juga merupakan penghargaan bagi semua yang berkeringat yang menyukseskan program-program prorakyat dan memberikan inspirasi bagi yang lain,” tegasnya.
Ia menyebut penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada seluruh pihak yang bekerja di balik keberhasilan program pelayanan publik.
Sementara itu, Wahyu Hidayat menegaskan RT Berkelas sejak awal dirancang untuk memberikan kesempatan kepada setiap RT menentukan kebutuhan yang benar-benar menjadi prioritas di wilayah masing-masing.
“RT Berkelas ini memang sengaja kita berikan satu peluang atau kesempatan kepada RT untuk bisa mengusulkan sesuai dengan prioritasnya di wilayah masing-masing. Dan ini adalah memberikan kesempatan kepada mereka untuk bisa memberikan satu usulan dan merealisasikan sesuai dengan prioritasnya,” kata Wahyu.
Bagi Wahyu, setiap lingkungan memiliki persoalan dan kebutuhan yang tidak selalu sama. Karena itu, pembangunan tidak bisa seluruhnya dipukul rata.
Apa yang mendesak di satu RT belum tentu menjadi persoalan utama di RT lainnya. Dari sinilah RT Berkelas mengambil posisi: mendekatkan kebijakan kepada persoalan yang benar-benar dirasakan warga.
Lebih jauh, Wahyu memastikan program tersebut tidak berhenti sebagai program unggulan yang hanya berjalan selama momentum tertentu.
RT Berkelas telah masuk dalam RPJMD Kota Malang, yang berarti keberlanjutannya telah menjadi bagian dari arah pembangunan lima tahun ke depan.
“Iya, karena sudah masuk di dalam RPJMD Kota Malang, jadi ini diteruskan dan bisa sampai dengan lima tahun kepemimpinan saya bersama Mas Wakil Wali Kota,” pungkasnya.
Kini, penghargaan Pimpinan Daerah Awards 2026 menjadi penegasan bahwa pembangunan tidak selalu harus dimulai dari pusat kekuasaan.
Di Kota Malang, pembangunan itu mencoba dimulai dari gang, kampung, dan lingkungan warga.
Dan dari ruang-ruang kecil tempat masyarakat selama ini paling memahami persoalan yang mereka hadapi sendiri. (*)















