I Made Riandiana Kartika Tekankan Disiplin Mesin Politik PDIP Kota Malang Menuju 2029

  • Bagikan
Sosialisasi dan penyerahan SK kepengurusan PAC dan Ranting masa bakti 2026–2031 di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Malang
banner 468x60

MALANGPOINT.COM | KOTA MALANG — PDI Perjuangan Kota Malang mulai mengencangkan mesin politik menuju Pemilu 2029. Konsolidasi struktur hingga tingkat akar rumput dipercepat.

I Made Riandiana Kartika, Wakil Ketua Bidang Politik DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, menekankan disiplin organisasi dan strategi pemenangan berbasis data.

Penegasan itu disampaikan dalam agenda sosialisasi dan penyerahan SK kepengurusan PAC dan Ranting masa bakti 2026–2031 di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Rabu (26/8/2026) malam.

Made menegaskan, konsolidasi tidak boleh sekadar membentuk struktur. Setiap pengurus harus aktif dan mampu menggerakkan organisasi hingga tingkat Anak Ranting.

“Konsolidasi berjenjang dan evaluasi kinerja menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh struktur menjalankan fungsi organisasi secara aktif. Pengurus yang tidak aktif juga akan menjadi bagian dari evaluasi untuk menjaga efektivitas pergerakan partai,” tegas Made, yang juga Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Malang.

Ia juga mendorong penerapan strategi winning by design melalui pemetaan politik dan survei berkala. Pendekatan berbasis data dinilai penting untuk membaca kekuatan basis dukungan sekaligus menentukan figur potensial menghadapi Pemilu Legislatif maupun Pilkada.

“Seluruh elemen partai, mulai struktur organisasi, anggota fraksi DPRD hingga pimpinan legislatif, juga didorong bergerak secara kolektif dengan menjaga komunikasi internal agar soliditas di tingkat akar rumput tetap terpelihara,” pesannya.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Amithya Ratnanggani Siraduhitta, menegaskan penuntasan Musyawarah Ranting menjadi langkah awal membangun kekuatan organisasi untuk lima tahun ke depan.

“Ini adalah tugas pertama bagaimana kita menyusun struktur organisasi untuk seluruh teman-teman Ranting dan PAC di level anak ranting untuk masa bakti 2026–2031,” ujarnya.

Amithya juga menilai perubahan karakter pemilih perkotaan menuntut pola komunikasi politik yang lebih adaptif, terutama dalam merangkul generasi muda.

“Anak muda tidak boleh hanya ditempatkan sebagai objek politik, tetapi harus diberi ruang sebagai subjek sekaligus penggerak perubahan,” tegasnya.

Dari konsolidasi tersebut, PDIP Kota Malang memasang target mengembalikan kekuatan legislatif hingga 12 kursi.

“Mari kita buktikan bahwa Banteng Kota Malang bukan hanya kuat ketika berdiri bersama, tetapi juga kuat saat bergerak bersama-sama,” kata Amithya.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Wanedi, juga memastikan konsolidasi struktur tidak akan berlarut. Seluruh kepengurusan hingga Anak Ranting ditargetkan tuntas pada September 2026.

“September sudah bisa kita selesaikan semua sampai tingkat anak ranting. Selanjutnya, tugas kita bersama adalah menyelesaikan badan dan sayap partai,” jelasnya.

Wanedi menegaskan target politik PDIP Kota Malang pada 2029 jauh lebih besar. Seluruh kader didorong bekerja untuk memenangkan kontestasi legislatif maupun eksekutif di berbagai tingkatan.

“Targetnya di tahun 2029 yang akan datang adalah menang DPR, menang Daerah, menang Provinsi, dan menang Pilpres,” tegasnya.

Tiga pesan tersebut menjadi satu garis besar konsolidasi PDIP Kota Malang: struktur diperkuat dari bawah, kader didisiplinkan, strategi disusun berbasis data, dan target kemenangan 2029 mulai dikerjakan sejak sekarang. (cha/dd)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *