Mukernas SAPUHI Ke-3 Digelar di Malang, Menteri Haji dan Umrah Tekankan Profesionalisme dan Sinergi

  • Bagikan
Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Sarikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (SAPUHI) ke-3 periode 2023–2028.
banner 468x60

MALANGPOINT.COM | KOTA MALANG — Penguatan profesionalisme dan sinergi menjadi sorotan utama dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Sarikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (SAPUHI) ke-3 periode 2023–2028.

Mengusung tema “Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Penyelenggara Umrah dan Haji Menuju Pelayanan Jemaah yang Amanah dan Berdaya Saing Global”, Mukernas dibuka secara resmi oleh Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, di Grand Mercure Malang, Selasa (11/8) malam.

Mukernas yang berlangsung hingga 14 Agustus 2026 tersebut menjadi momentum strategis bagi SAPUHI untuk memperkuat konsolidasi organisasi, mengevaluasi program kerja, sekaligus menyusun langkah konkret dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah dan haji di Indonesia.

Dalam sambutannya, Mochamad Irfan Yusuf menegaskan bahwa penyelenggaraan umrah dan haji tidak boleh dipandang sebatas layanan perjalanan. Di baliknya terdapat amanah besar untuk memastikan jemaah memperoleh pelayanan yang aman, berkualitas, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan mereka.

“Penyelenggaraan umrah dan haji bukan sekadar pelayanan perjalanan, tetapi merupakan amanah besar. Karena itu, seluruh penyelenggara harus terus menjaga integritas, meningkatkan profesionalisme, serta memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah,” tegasnya.

Ia mendorong seluruh penyelenggara untuk tidak berhenti melakukan pembenahan. Peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan tata kelola, pemanfaatan teknologi, hingga kemampuan membaca perubahan kebutuhan jemaah dinilai menjadi kunci untuk membangun ekosistem penyelenggaraan umrah dan haji yang semakin kompetitif.

Menurutnya, standar pelayanan ke depan tidak hanya dituntut mampu memenuhi kebutuhan jemaah di dalam negeri, tetapi juga harus memiliki kualitas yang mampu bersaing secara global. Dalam konteks tersebut, keberadaan SAPUHI dinilai memiliki posisi penting.

Asosiasi tidak hanya menjadi wadah komunikasi dan konsolidasi antarpenyelenggara, tetapi juga memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam membangun ekosistem penyelenggaraan umrah dan haji yang profesional dan berintegritas.

Mochamad Irfan Yusuf berharap Mukernas SAPUHI tidak berhenti sebagai agenda rutin organisasi. Forum tersebut harus mampu melahirkan keputusan, gagasan, dan strategi yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan kepada jemaah.

“Forum Mukernas ini diharapkan tidak hanya menjadi forum organisasi, tetapi juga menjadi ruang untuk menyatukan visi, memperkuat kolaborasi, dan menghasilkan berbagai gagasan yang dapat memberikan manfaat nyata bagi jemaah,” ujarnya.

Dengan berlangsungnya Mukernas ke-3, SAPUHI diharapkan mampu memperkuat langkah organisasi sekaligus mendorong transformasi penyelenggara umrah dan haji Indonesia agar semakin profesional, adaptif, amanah, dan memiliki daya saing di tingkat global. (*)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *