Road to Festival Mbois 11 Dimulai, Media Art dan Kreativitas Malang Mulai “Menyala”

  • Bagikan
Festival Mbois 11 bertajuk “Malang Menyala” mulai dipanaskan
banner 468x60

MALANGPOINT.COM | KOTA MALANG – Festival Mbois 11 bertajuk “Malang Menyala” mulai dipanaskan. Rangkaian menuju festival kreatif tersebut resmi dimulai melalui Road to Festival Mbois 11 di Alun-Alun Kota Malang, Selasa (11/8/2026).

Momentum peluncuran sengaja digelar bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Arema. Selain menjadi bentuk penghormatan terhadap identitas Kota Malang, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk memperkenalkan konsep Festival Mbois 11 kepada masyarakat.

Ketua Pelaksana Festival Mbois 11, Gedeon Soerjo Ardi Noegraha, mengatakan Road to Festival Mbois bukan sekadar pemanasan menuju acara puncak. Rangkaian tersebut menjadi bagian dari gerakan sosial untuk memperkuat ekosistem media art di Kota Malang.

“Road to ini sebagai satu rangkaian, untuk social movement kita juga. Ada satu kluster media art yang harus kita up,” ujar Gedeon.

Alun-Alun Kota Malang pun disulap menjadi ruang ekspresi. Sejumlah perupa menampilkan karya seni lukis, sementara penampilan Wahyu Arema Voice turut menghidupkan suasana sekaligus menjadi bagian dari kluster musik Festival Mbois.

Tak hanya itu, Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di sekitar Alun-Alun akan dibersihkan dan dimanfaatkan sebagai ruang display karya para seniman media art.

“JPO yang berada di samping Alun-Alun itu kita bersihkan kemudian kita pakai untuk display produk teman-teman seniman di media art,” jelasnya.

Rangkaian Road to Festival Mbois 11 berlanjut pada 15 Agustus 2026 melalui kegiatan mural di area samping Ridge. Panitia membuka open call bagi muralis Kota Malang untuk menghasilkan satu karya bersama. Kegiatan ini mendapat dukungan cat dari Propan.

Setelah itu, seluruh rangkaian akan mengarah ke acara utama di Stadion Gajayana pada 21–23 Agustus 2026.
Panitia juga menyiapkan rangkaian kegiatan di kawasan Kayutangan pada Sabtu dan Car Free Day pada Minggu untuk memperluas keterlibatan masyarakat.

Gedeon menegaskan, Festival Mbois 11 tidak hanya berbicara soal media art. Musik, literasi, hingga media juga akan dilibatkan dalam kolaborasi tersebut.

“Kolaborasi tidak hanya di teman-teman media art. Teman-teman literasi juga ikut, musik kita libatkan, dan juga teman-teman media,” pungkasnya.

Festival Mbois 11 diharapkan menjadi lebih dari sekadar agenda pertunjukan. Melalui tema “Malang Menyala”, ruang-ruang publik Kota Malang didorong menjadi panggung kreativitas sekaligus wadah kolaborasi lintas komunitas.(cha)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *