Murid MAN 2 Kota Malang Raih Medali Perunggu Olimpiade Kimia Dunia

  • Bagikan
banner 468x60

MALANGPOINT.COM | Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan Kota Malang. Ahmad Kautsar Ramadani, murid kelas XII G MAN 2 Kota Malang, sukses mengharumkan nama Indonesia setelah meraih Medali Perunggu (Bronze Medal) pada International Chemistry Olympiad (IChO) 2026, kompetisi kimia paling prestisius di dunia yang mempertemukan pelajar terbaik dari sekitar 90 negara.

Capaian tersebut sekaligus menegaskan konsistensi MAN 2 Kota Malang sebagai madrasah yang mampu melahirkan generasi berprestasi di tingkat global, sekaligus membuktikan bahwa pendidikan madrasah mampu bersaing di panggung internasional dalam bidang sains.

Setibanya di Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Selasa (21/7/2026), Ahmad Kautsar disambut hangat oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Malang KH. Achmad Shampton, S.HI., M.Ag., Kepala MAN 2 Kota Malang Dr. H. Samsudin, M.Pd., tim pembina olimpiade, dewan guru, serta kedua orang tuanya.

Penyambutan itu menjadi bentuk apresiasi atas perjuangan panjang yang berbuah prestasi membanggakan bagi bangsa.
Dengan penuh rasa syukur, Ahmad Kautsar mengaku bangga dapat membawa pulang medali untuk Indonesia.

Ia menyebut keberhasilannya tidak lepas dari doa, dukungan keluarga, guru pembimbing, pihak madrasah, serta Kementerian Agama.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung saya. Pengalaman yang paling berkesan adalah bisa bersosialisasi dan berkenalan dengan peserta dari berbagai negara,” ujar Kautsar.

Ia mengungkapkan bahwa persaingan di ajang IChO berlangsung sangat ketat karena setiap negara mengirimkan peserta terbaiknya. Bahkan, selisih nilai yang sangat tipis mampu menentukan warna medali yang diperoleh.

“Persaingannya sangat ketat. Selisih nilai hanya 0,5 poin saja bisa menentukan perbedaan perolehan medali. Untuk kawasan Asia Tenggara, pesaing terberat berasal dari Vietnam, Singapura, dan Thailand,” jelasnya.

Meski menghadapi kompetisi yang sangat kompetitif, Ahmad Kautsar mampu menunjukkan kemampuan akademiknya hingga berhasil mempersembahkan medali perunggu bagi Indonesia.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Malang, KH. Achmad Shampton, S.HI., M.Ag., atau yang akrab disapa Gus Shampton, menyebut prestasi tersebut merupakan bukti nyata bahwa madrasah mampu melahirkan sumber daya manusia unggul yang siap bersaing di level internasional.

“Alhamdulillah, kami bersyukur dan turut berbangga atas prestasi luar biasa yang diraih Ahmad Kautsar Ramadani. Ini bukan hanya menjadi kebanggaan MAN 2 Kota Malang, tetapi juga keluarga besar Kementerian Agama dan masyarakat Kota Malang. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi murid-murid madrasah lainnya untuk terus belajar, berikhtiar, dan berani berkompetisi di tingkat dunia,” tegas Gus Shampton.

Sementara itu, Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd., menegaskan keberhasilan tersebut merupakan hasil dari pembinaan yang dilakukan secara sistematis, berkelanjutan, dan didukung penuh oleh para guru, pembimbing, serta keluarga.

“Prestasi ini adalah buah kerja keras murid, pembimbing, dan dukungan keluarga. Madrasah berkomitmen memberikan pembinaan akademik, pendampingan intensif, serta penguatan karakter agar lahir generasi unggul yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara,” ujarnya.

Keberhasilan Ahmad Kautsar tidak hanya menjadi catatan prestasi pribadi, tetapi juga menjadi simbol kualitas pendidikan madrasah yang semakin kompetitif di tingkat internasional.

Raihan medali pada ajang bergengsi tersebut diharapkan mampu memotivasi lahirnya lebih banyak talenta muda Indonesia yang siap mengukir prestasi di panggung dunia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan sains global. (HMS)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *