MALANGPOINT.COM | Fenomena unik datang dari Kota Batu. Seorang penjual kambing bernama Faiq, warga Jalan Abdul Gani Gang II, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu, mendadak menjadi perbincangan di media sosial setelah konten-konten sederhana yang diunggahnya viral di Instagram dan TikTok.
Menariknya, akun Instagram @bangfaiq_batu dan TikTok Bang Faiq yang baru dibuat pada Jumat (17/7/2026) langsung dibanjiri ribuan pengikut hanya dalam hitungan jam. Lonjakan followers tersebut terjadi secara organik dan mengundang rasa penasaran warganet.
Tidak seperti konten kreator pada umumnya, Faiq tidak mengandalkan konsep mewah ataupun proses produksi yang rumit. Ia hanya merekam aktivitas sehari-harinya saat menjual kambing sambil menyisipkan pesan-pesan keagamaan.
Penampilannya yang khas dengan gamis, rambut gondrong, serta gaya bicara yang santun membuat kontennya terasa berbeda. Perpaduan promosi usaha dan dakwah itu dinilai menghadirkan warna baru di tengah derasnya arus konten media sosial.
Tak heran jika kolom komentar akun miliknya dipenuhi respons positif. Banyak warganet mengaku mengikuti akunnya karena menyukai penyampaian yang sederhana, tulus, dan sarat pesan moral.
Saat ditemui di kediamannya, Minggu (19/7/2026), Faiq mengaku memang sejak awal berniat memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi usaha sekaligus media dakwah.
“Saya sengaja membuat konten untuk mempromosikan jualan kambing saya. Selain itu juga sebagai sarana dakwah, saling mengingatkan sesama umat Muslim,” ujarnya.
Pria kelahiran April 1988 yang juga berprofesi sebagai penyembelih kambing itu mengaku sama sekali tidak menyangka kontennya akan viral dalam waktu singkat.
“Saya benar-benar tidak menyangka bakal seramai ini. Banyak sekali komentar dan pertanyaan dari netizen, akhirnya saya jelaskan kalau memang saya jualan kambing,” katanya.
Viralnya akun media sosial Faiq semakin terasa setelah unggahannya mendapat perhatian dari sejumlah artis hingga tokoh agama yang ikut memberikan komentar.
Meski demikian, ia menegaskan dirinya bukan seorang ustaz, melainkan warga biasa yang ingin memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan pesan-pesan kebaikan.
“Saya hanya penjual kambing, bukan ustaz. Saya ingin menggunakan media sosial sebagai tempat berdagang sekaligus mengajak orang untuk saling mengingatkan dalam kebaikan,” tuturnya.
Bagi Faiq, konten yang dibuat bukan semata mengejar popularitas. Ia berharap setiap unggahan dapat mengingatkan umat Islam agar senantiasa bersyukur atas nikmat hidayah, menjaga akhlak, serta menjadi teladan yang baik di tengah masyarakat.
“Kita harus bersyukur atas hidayah yang Allah berikan dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai umat Muslim, kita juga harus bangga dengan agama kita dan menunjukkan akhlak yang baik kepada semua orang,” pungkasnya.















