Dari NTT ke Ring Nasional, Pratu Arifson Pilo Here Buktikan Mental Prajurit Lahirkan Prestasi

  • Bagikan
Pratu Arifson Pilo Here dalam acara podcast
banner 468x60

MALANGPOINT.COM | Jalan menuju prestasi tidak selalu mulus. Kekalahan, tekanan, hingga kerasnya latihan justru menjadi bahan bakar bagi Pratu Arifson Pilo Here untuk terus melangkah.

Prajurit Yonbekang 2 Kostrad itu kini membuktikan bahwa disiplin militer mampu melahirkan atlet tangguh yang siap bersaing di level nasional.

Perjalanan inspiratif tersebut dibagikan Arif dalam podcast bertajuk “Dedikasi Prajurit dalam Dunia Olahraga Tinju” yang diselenggarakan KSK Indonesia di Malang Creative Center (MCC), Minggu (12/7/2026).

Pria asal Desa Pedarro, Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur itu mengungkapkan kecintaannya pada olahraga tinju telah tumbuh sejak 2017 ketika masih menempuh pendidikan di SMK Pelayaran Kupang.

Setelah resmi menjadi prajurit Yonbekang 2 Kostrad pada 2022, kemampuannya terus berkembang hingga dipercaya menjadi atlet tinju satuan.

“Bagi saya, tinju mengajarkan mental baja. Olahraga ini sangat cocok dengan jiwa seorang prajurit,” ujar Arif.

Menurutnya, kehidupan militer telah membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, dan daya juang yang menjadi modal penting saat bertanding di atas ring.

Nilai-nilai tersebut membuatnya mampu menjalani dua peran sekaligus sebagai prajurit aktif dan atlet tanpa mengabaikan salah satunya.

Arif mengaku sosok yang paling berpengaruh dalam perjalanan kariernya adalah sang ayah, Tadius Pilo Here, yang pertama kali mengenalkannya pada dunia tinju.

Namun, pengalaman yang paling membekas justru datang dari sebuah kekalahan di kampung halamannya.

Saat itu ia harus menerima kekalahan di hadapan keluarga besar. Rasa kecewa yang mendalam justru menjadi titik balik untuk memperbaiki diri dan berlatih lebih keras demi meraih prestasi yang lebih tinggi.

“Kekalahan itu sangat menyakitkan karena disaksikan keluarga besar. Tetapi dari situ saya belajar untuk bangkit dan tidak menyerah,” kenangnya.

Kesungguhan itu berbuah manis. Dalam kurun 2022 hingga 2024, Arif berhasil mengoleksi sejumlah gelar juara pada berbagai kejuaraan tinju di Jawa Timur.

Prestasi tersebut membawanya mengikuti seleksi Pra-PON 2024 dan kini ia memasang target tampil maksimal pada ajang Porprov Jawa Tengah sebagai langkah menuju Pekan Olahraga Nasional (PON).

Meski memiliki jadwal kedinasan yang padat, Arif memastikan latihan tetap berjalan tanpa mengganggu tugas sebagai prajurit.

“Puji Tuhan, latihan tidak mengganggu tugas kedinasan karena saya fokus menjalankan keduanya dengan disiplin,” katanya.

Ia menegaskan, seluruh pencapaiannya tidak lepas dari dukungan keluarga, pelatih, rekan-rekan satuan, serta Yonbekang 2 Kostrad yang terus memberikan ruang bagi prajurit untuk mengembangkan potensi di bidang olahraga.

Kepada generasi muda, Arif berpesan agar tidak pernah takut bermimpi dan terus berjuang dengan disiplin serta kerja keras.

“Kerja keras, disiplin, hormati orang tua dan pelatih, serta jangan mudah menyerah. Proses tidak akan mengkhianati hasil,” pesannya.

Menutup perbincangan, Arif merangkum filosofi hidupnya dalam tiga kata yang sederhana namun kuat: “Disiplin, militan, dan juara.” (cha)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *