MALANGPOINT.COM | JAKARTA – Festival Internacional de Música y Danza de Granada kembali menghadirkan karya-karya musik kelas dunia pada penyelenggaraan tahun 2026. Salah satu karya yang turut dipentaskan adalah A Sicilian Diary karya komponis dan pianis Indonesia, Ananda Sukarlan.
Karya tersebut dibawakan oleh kelompok flute asal Spanyol, Jumping Trío, dalam konser terbuka yang digelar di Jardín Arqueológico de Alixares, Granada, Spanyol, pada Rabu (24/6/2026) malam.
Meski Eropa Barat tengah dilanda gelombang panas, kondisi tersebut tidak menyurutkan antusiasme para pencinta musik klasik untuk menghadiri konser yang dimulai pukul 21.00 waktu setempat itu. Suhu udara yang mulai menurun pada malam hari serta cahaya alami langit musim panas menghadirkan suasana yang nyaman bagi para penonton.
Jumping Trío yang beranggotakan Carmen Alarcón Navarro, María López Marín, dan Mónica Betanzos Delgado membawakan sejumlah repertoar karya komponis dunia seperti Derek Charke, Friedrich Kuhlau, dan Herman Beeftink, termasuk A Sicilian Diary karya Ananda Sukarlan.
Menurut Ananda Sukarlan, karya tersebut ditulis setelah kunjungannya ke Palermo, Sisilia, saat menjalani konser yang dilanjutkan dengan masa liburan.
Komposisi berbentuk variasi itu mengeksplorasi ritme khas Siciliano berbirama 12/8, sekaligus menampilkan berbagai kemungkinan teknik permainan dan tekstur instrumen flute, baik secara solo maupun dalam kombinasi tiga instrumen sejenis.
Ananda Sukarlan sendiri merupakan penerima penghargaan sipil tertinggi dari Italia dan Spanyol, yakni Cavaliere Ordine della Stella d’Italia yang dianugerahkan oleh Presiden Italia, Sergio Mattarella, serta Real Orden de Isabel la Católica yang diberikan oleh Raja Spanyol, Felipe VI.
Karya A Sicilian Diary yang berdurasi sekitar delapan menit tersebut ditulis sekitar 15 tahun lalu untuk komunitas flute Jakarta, JakFlute. Penampilan perdananya di Jakarta dibawakan oleh Metta Faurizka Ariono, Marini Widyastari, dan Andika Candra.
Seiring waktu, karya tersebut diterima luas sebagai repertoar trio flute internasional dan telah dimainkan oleh sejumlah flutis terkemuka dunia, di antaranya Jim Walker, Denis Bouriakov, serta Wendela van Swol.
Di tengah aktivitas internasionalnya, Ananda Sukarlan yang genap berusia 58 tahun pada 10 Juni lalu juga baru saja memperkenalkan karya terbarunya untuk formasi fagot, biola, dan piano berjudul The Curious Coincidence of a Tune Appearance in Austria & Scotland In the Night-Time. Karya tersebut ditulis atas pesanan Kementerian Luar Negeri Austria melalui Kedutaan Besar Austria di Indonesia.
Komposisi tersebut terinspirasi dari novel The Curious Incident of the Dog in the Night-Time karya Mark Haddon dan dipentaskan oleh fagotis Austria Christoph Karl Wichert, pemain biola Indonesia yang berkarier di Austria, Nathanael Hertanto, serta Ananda Sukarlan sebagai pianis.
Festival Granada sendiri merupakan salah satu festival seni pertunjukan paling bergengsi di Eropa yang berakar dari konser simfoni tahunan sejak 1883 di Istana Charles V. Sejak resmi menjadi festival pada 1952, berbagai pertunjukan musik klasik, balet, tari Spanyol, flamenco hingga musik kontemporer rutin digelar di kawasan bersejarah Granada, termasuk kompleks Alhambra.
Penyelenggaraan tahun 2026 berlangsung pada 11 Juni hingga 12 Juli di bawah kepemimpinan direktur festival, Paolo Pinamonti. Pada edisi sebelumnya tahun 2025, festival ini mencatat kehadiran 53.413 penonton yang menikmati 136 konser dan pertunjukan.
Sejak 1970, festival tersebut juga menempatkan Ratu Sofía sebagai Presiden Kehormatan, menegaskan posisi Festival Granada sebagai salah satu panggung seni pertunjukan paling prestisius di Eropa. (tem)















