Forum Pemred SMSI Jawa Timur Dikukuhkan, Perkuat Kapasitas Media Siber di Tengah Transformasi Digital

  • Bagikan
banner 468x60

MALANGPOINT.COM | SIDOARJO – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Jawa Timur resmi mengukuhkan Forum Pemimpin Redaksi (Pemred) SMSI Jawa Timur sebagai wadah konsolidasi dan penguatan profesionalisme media siber.

Forum tersebut dipimpin oleh Samiadji Makin Rahmat dan dikukuhkan dalam acara yang berlangsung di Auditorium KH Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Selasa (23/6/2026).

Pengukuhan dirangkaikan dengan Seminar Nasional bertema “Digitalisasi Media Pers: Tantangan Patuh Hukum dan Keberlanjutan Bisnis di Era Disrupsi Digital”, yang menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan dari pemerintah, Dewan Pers, kalangan akademisi, serta praktisi media.

Hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Bidang Komunikasi dan Media Massa Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI Molly Pranawaty, Anggota Komisi Informasi dan Komunikasi Dewan Pers RI Maha Eka Swasta, Ketua SMSI Pusat Firdaus, serta pengurus dan anggota SMSI dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur.

Ketua SMSI Pusat Firdaus menegaskan bahwa perubahan teknologi yang berlangsung cepat telah mengubah lanskap industri media secara signifikan. Karena itu, media siber dituntut tidak hanya mampu beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, tetapi juga tetap menjaga kualitas dan kredibilitas informasi yang disampaikan kepada publik.

Menurutnya, pembentukan Forum Pemred SMSI Jawa Timur merupakan langkah strategis dalam memperkuat peran pemimpin redaksi sebagai garda terdepan dalam menjaga standar jurnalistik, meningkatkan kualitas pemberitaan, serta memperluas kolaborasi antarmedia.

“Forum ini diharapkan menjadi ruang bertukar gagasan dan pengalaman antar-pemimpin redaksi untuk menjawab berbagai tantangan industri media, sekaligus memperkuat komitmen terhadap jurnalisme yang profesional, independen, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Sementara itu, Molly Pranawaty menyoroti semakin kompleksnya tantangan yang dihadapi media di era digital, terutama terkait penyebaran disinformasi, perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang akurat dan terpercaya.

Ia menegaskan bahwa kemajuan teknologi harus dimanfaatkan sebagai instrumen untuk meningkatkan kualitas layanan informasi kepada publik, tanpa mengabaikan prinsip-prinsip dasar jurnalistik seperti verifikasi, akurasi, dan kepatuhan terhadap kode etik.

“Kepercayaan publik merupakan aset utama media. Oleh karena itu, profesionalisme dan integritas harus tetap menjadi fondasi dalam setiap proses produksi berita,” katanya.

Dalam seminar yang digelar setelah prosesi pengukuhan, para narasumber membahas berbagai isu strategis terkait transformasi media, kepatuhan terhadap regulasi, inovasi model bisnis media digital, hingga upaya menjaga keberlanjutan industri pers di tengah perubahan ekosistem informasi yang semakin dinamis.

Melalui pembentukan Forum Pemred SMSI Jawa Timur, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antar-media siber dalam meningkatkan kompetensi, memperkuat kualitas jurnalistik, serta menghadirkan informasi yang kredibel dan bernilai bagi masyarakat.

Forum ini juga diharapkan mampu menjadi motor penggerak penguatan ekosistem pers yang sehat, profesional, dan berkelanjutan di Jawa Timur.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *