Wali Kota Malang Resmikan 4 SPPG Milik Yayasan Synergy An Nahl Indonesia

  • Bagikan
0-4096x2304-0-0-{}-0-24#
banner 468x60

MALANGPOINT.COM | KOTA MALANG – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat meresmikan 4 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mIlik Yayasan Synergy An Nahl Indonesia, pada Kamis (7/5/2026).

Ke empat SPPG yang diresmikan berlokasi di Kecamatan Kedungkandang Buring 2 dan Buring 3, Kecamatan Lowokwaru Tlogomas 2 dan Kecamatan Sukun Bandungrejosari 3.

Wahyu Hidayat menegaskan bahwa program MBG merupakan program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto yang bertujuan mencukupi kebutuhan gizi anak-anak Indonesia.

Peresmian ini juga dihadiri langsung Direktur pemantauan dan pengawasan (Tauwas) wilayah 1 BGN, DR. Harjito B, SATU, MSi.

“Kebetulan hadir langsung Pak Direktur Pemantauan dan Pengawasan, ia juga menyampaikan bahwa Kota Malang termasuk daerah yang minim terkena masalah. Kalau saya lihat memang tidak ada sama sekali” Kata Wali Kota Malang.

Menurutnya ini menjadi satu keberhasilan dalam melaksanakan program makan bergizi gratis. Dan ini juga merupakan satu kekompakan kesadaran dari SPPG untuk melakukan sesuai dengan SOP yang sudah dilakukan oleh BGN.

“Tadi sudah disampaikan juga oleh Pak Direktur Tauwas bahwa pemerintah daerah sudah mempunyai suatu tugas untuk bisa memantau melaksanakan terkait dengan langkah-langkah yang telah dilakukan oleh SPG-SPG yang ada” jelasnya

Wahyu meminta untuk seluruh pengelola SPPG di Kota Malang agar melakukan pengawasan secara ketat terhadap setiap tahapan operasional.

“Saya menginstruksikan melalui Satgas yang di ketuai Pak Sekda untuk rutin melakukan pengecekan lapangan guna mengantisipasi persoalan sekecil apa pun” ucapnya

Wali Kota Wahyu juga mengatakan bahwa hingga saat ini Kota Malang baru memiliki 82 SPPG yang beroperasi, sehingga cakupan penerima manfaat program MBG belum sepenuhnya merata.

Dengan diresmikannya 4 SPPG milik yayasan Synergy An Nahl Indonesia, diharapkan akan mempercepat pemerataan program Makan Bergizi Gratis di Kota Malang serta memperkuat dukungan terhadap program prioritas nasional.

Disamping itu juga memperkuat sinergi antara pemerintah dan mitra diharapkan terus berlanjut demi menyiapkan generasi yang Mbois Berkelas untuk menuju Indonesia Emas.

Sementara DR. Harjito menyampaikan memang dengan adanya kepres nomor 28, Pemda di bawah kepemimpinan Pak Wali Kota boleh melakukan sidak kapan pun ke SPPG.

“Monggo Pak, kalau melakukan sidak dalam rangka perbaikan tata kelola di lapangan. Tentu nanti rekomendasi-rekomendasi yang dikeluarkan oleh Pemda disampaikan ke kami, dan nanti kami akan tidak lanjuti” ujar Harjito

Selanjutnya, Direktur Tauwas juga menjelaskan bahwa sasaran dari Badan Gisi Nasional itu, yang pertama itu sebenarnya 3B. yakni Ibu hamil, Ibu menyusui, dan balita.

“Nah, Dapodik maupun yang dikeluarkan oleh Kemenag itu sebenarnya itu versi kedua. Target utama kita itu 3B Pak. Nah, cakupan 3B yang ada di Kota Malang saat ini itu baru 16%. Dan masih ada 84 persen lagi” jelaanya

informasi dari Dinas Kesehatan, saat ini di Kota Malang da 12 ribu ibu hamil. Oleh karena itu Ia meminta untuk korcam dan korwil untuk maksimalkan pendataan melalui koordinasi dengan Dinas Pemberdayaan maupun BKKBN setempat.

Harjito menambahkan, percepatan layanan gizi nasional membutuhkan sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat, daerah, TNI-Polri, relawan, hingga yayasan pengelola dapur pelayanan gizi.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *