Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Kapolresta Malang Kota Ajak Warga Rawat Kebersamaan

  • Bagikan
Empat tahun Tragedi Kanjuruhan diisi dengan doa bersama dan santunan anak yatim yang digelar komunitas Aremania Curvasud
banner 468x60

MALANGPOINT.COM | KOTA MALANG – Empat tahun berlalu sejak Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022. Namun, duka dan doa untuk para korban tetap menjadi bagian dari ingatan masyarakat Malang Raya.

Momentum tersebut kembali diisi dengan doa bersama dan santunan anak yatim yang digelar komunitas Aremania Curvasud di depan Basecamp Curvasud, Jalan Patimura, Kelurahan Klojen, Kota Malang, Rabu (30/9/2026) malam.

Sekitar 100 orang hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari unsur pemerintah, TNI-Polri, tokoh masyarakat, komunitas Aremania hingga warga.

Hadir di antaranya Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo P.S., Dandim 0833/Kota Malang Letkol Inf Dedy Azis serta jajaran Pemkot Malang dan Polresta Malang Kota.

Rangkaian kegiatan diisi sholawatan, pembacaan Yasin dan tahlil, ayat suci Al-Qur’an, tausiyah, doa bersama hingga santunan anak yatim.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo P.S. mengatakan, peringatan empat tahun Tragedi Kanjuruhan menjadi momentum untuk kembali mendoakan para korban sekaligus menguatkan keluarga yang ditinggalkan.

“Mari kita doakan para almarhum dan almarhumah. Semoga amal ibadahnya diterima, dosa-dosanya diampuni, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan,” ujar Danang.

Menurutnya, mengenang tragedi tidak cukup hanya melalui doa. Kepedulian juga perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari dengan menjaga lingkungan dan memperkuat hubungan antarmasyarakat.

“Mari kita peduli terhadap lingkungan dan sekitar. Ini milik kita bersama, mari kita jaga dan rawat agar ke depan menjadi lebih baik,” tegasnya.

Danang juga mengajak masyarakat Malang Raya untuk terus saling menguatkan. Menurutnya, setiap peristiwa besar meninggalkan luka, namun kehidupan harus tetap berjalan dengan menjadikan pengalaman sebagai pijakan untuk membangun masa depan.

“Setiap peristiwa pasti menyisakan luka. Yang penting, kita terus saling menyemangati karena hidup terus berjalan dan bersama-sama mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan bahwa empat tahun Tragedi Kanjuruhan merupakan perjalanan panjang yang masih menyisakan duka, terutama bagi keluarga korban.

Doa bersama, kata Wahyu, menjadi bentuk penghormatan sekaligus kepedulian terhadap mereka yang telah meninggal dunia.

Peringatan empat tahun Tragedi Kanjuruhan yang digelar Curvasud juga diisi kegiatan sosial lainnya. Pada Kamis (1/10/2026), digelar khitanan massal bagi 63 peserta, pengobatan gratis dan pentas musik.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mengenang para korban sekaligus memperkuat kepedulian sosial dan kebersamaan masyarakat Malang Raya. (*)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *