222 Emas Jadi Target, KONI Kota Malang Bongkar Strategi Baru di Porprov 2027

  • Bagikan
KONI Kota Malang Targetkan 222 medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027
banner 468x60

MALANGPOINT.COM | KOTA MALANG — Target 222 medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027 membuat KONI Kota Malang tak ingin bermain dengan strategi lama.

Perburuan medali diperluas dengan membuka peluang dari cabang olahraga (cabor) dan nomor pertandingan yang selama ini belum menjadi andalan.

Langkah tersebut mulai dipersiapkan secara serius. KONI Kota Malang berencana mengukuhkan delapan cabor baru pada Desember 2026, sekaligus memperluas keikutsertaan pada sejumlah nomor yang dinilai memiliki potensi medali.

Sekretrais Umum KONI Kota Malang, Joko Purwo Susanto di hadapan seluruh pengurus Cabang Olahraga (Cabor) di Hotel Ascent Premiere, pada Kamis (24/9/2026), menyebut sejumlah cabor yang akan masuk dalam pengembangan antara lain orado, mini soccer, trail run dan lari gunung.

Khusus lari gunung, KONI melihat rekam prestasi atlet Kota Malang di tingkat Jawa Timur sebagai modal penting. Joko menyebut atlet dari Kota Malang kerap keluar sebagai juara dalam kejuaraan lari gunung di Jawa Timur.

“Kalau ada kejuaraan di Jawa Timur, Kota Malang ini selalu menjadi juara. Nah itu kesempatan bagi kami Kota Malang semakin optimis bahwa pencapaian angka 222 itu akan tercapai,” tuturnya.

Namun, ekspansi KONI tidak berhenti pada delapan cabor baru. Sejumlah cabor yang selama ini belum diikuti juga mulai dibidik, salah satunya drum band.

Potensi dari cabor tersebut tidak kecil. Drum band memiliki 15 nomor pertandingan yang dapat menjadi sumber tambahan medali pada Porprov. Peluang lainnya datang dari dayung, yang memiliki hingga 26 nomor pertandingan.

“Drum band belum ikut, terus dayung belum punya, padahal dayung itu ada 26 nomor yang diperebutkan,” kata Joko.

KONI akan menghidupkan kembali kepengurusan drum band sebagai langkah awal. Untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana, kerja sama dengan sekolah menjadi opsi yang disiapkan karena sejumlah sekolah di Kota Malang telah memiliki tim drum band.

Di sisi lain, KONI mulai melakukan pemetaan atlet secara lebih ketat. Bukan hanya soal kemampuan, atlet yang dipilih harus memenuhi regulasi Porprov, termasuk batas usia dan persyaratan domisili.

Atlet yang diproyeksikan wajib berada dalam rentang usia yang diperbolehkan serta memiliki KTP Kota Malang.

“Yang mau tidak mau kita kerja sama dengan sekolah yang umurnya masih bisa kita Porprov-kan dan KTP-nya Kota Malang, itu yang kita ambil,” jelasnya.

Joko mengatakan, pola tersebut menjadi bagian dari strategi identifikasi dan ekstensifikasi. Artinya, KONI tidak hanya mempertahankan cabor yang selama ini produktif menyumbang medali, tetapi juga mencari sumber-sumber baru untuk memperlebar peluang emas.

Strategi ini sekaligus menjadi persiapan menghadapi persaingan Porprov 2027 yang diproyeksikan semakin ketat. Setiap nomor pertandingan menjadi peluang yang harus dipetakan dan dioptimalkan. (red)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *