Pusat Latihan Pickleball Junior Kota Malang Resmi Dibuka, Bidik Emas Porprov Jatim 2027

  • Bagikan
Pusat Latihan Pickleball Junior Kota Malang resmi diperkenalkan di Critasena/CR Pickball Kota Malang
banner 468x60

MALANGPOINT.COM | KOTA MALANG – Ambisi Kota Malang mencetak atlet muda berprestasi melalui cabang olahraga pickleball mulai dipacu. Pusat Latihan Pickleball Junior Kota Malang resmi diperkenalkan di Critasena/CR Pickball Kota Malang, Sabtu (26/9/2026).

Peresmian tersebut sekaligus menjadi bagian dari agenda pembinaan dan pencarian bibit atlet muda yang diproyeksikan memperkuat kontingen Kota Malang pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027 di Surabaya.

Ketua Indonesia Pickleball Federation (IPF) Kota Malang, Hendi Suryo Leksono, mengatakan pemilihan Critasena sebagai lokasi kegiatan memiliki nilai historis.

Tempat tersebut dikenal sebagai salah satu ruang yang sejak dahulu menjadi titik berkumpulnya generasi muda Kota Malang untuk berolahraga, berkesenian hingga berekreasi.

“Ini adalah tempat yang tepat. Hari ini generasi muda kembali berkumpul untuk olahraga yang sedang berkembang, yaitu pickleball,” kata Hendi.

Menurutnya, pickleball memiliki karakter yang mudah dimainkan berbagai kelompok usia. Olahraga tersebut merupakan perpaduan sejumlah unsur permainan tenis, badminton dan tenis meja dengan konsep easy and fun.

Dalam kegiatan yang berlangsung 26-27 September 2026 itu, sekitar 100 peserta atau 50 tim ambil bagian dalam gelaran turnamen dan memperebutkan total hadiah sekitar Rp15 juta.

Namun, bagi Pickleball Kota Malang, kompetisi tersebut bukan sekadar perebutan gelar juara. Ajang ini menjadi momentum untuk melihat potensi atlet muda yang dapat diproyeksikan ke jenjang prestasi yang lebih tinggi.

Hendi menyebut pihaknya kini secara khusus membidik atlet berusia 13 hingga 18 tahun untuk dibina secara berkelanjutan.

“Kami sedang mencari atlet-atlet usia 13 sampai 18 tahun untuk kami bina dan kemudian melanjutkan karier atau prestasi di Porprov nanti di Surabaya,” ujarnya.

Ia berharap pembinaan sejak usia muda mampu melahirkan atlet yang nantinya menyumbangkan medali emas bagi Kota Malang di Porprov Jatim 2027.

“Harapan kami hari ini akan hadir medali emas nantinya di Porprov dari atlet-atlet yang sedang bertanding hari ini,” tegasnya.

Hendi juga menekankan bahwa prestasi olahraga dapat menjadi modal tambahan bagi pelajar. Atlet yang memiliki prestasi di berbagai kejuaraan dapat memanfaatkannya sebagai bagian dari rekam prestasi nonakademik ketika melanjutkan pendidikan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Arif Tri Sastyawan, yang turut hadir menyambut positif pembinaan pickleball yang mulai diarahkan untuk persiapan Porprov Jatim 2027.

“Terima kasih kepada Indonesia Pickleball Federation (IPF) yang sudah menyediakan kegiatan pertandingan pickleball di Kota Malang. Ini juga menjadi persiapan kita untuk Porprov,” kata Arif.

Ia menjelaskan, pada akhir 2026 Kota Malang mulai memasuki tahapan pra-puslatkot. Selanjutnya, pembinaan akan berlanjut melalui puslatkot untuk menentukan atlet yang akan memperkuat Kota Malang di Porprov Jatim 2027.

Karena pickleball telah masuk sebagai salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan, Pemkot Malang menempatkan cabang tersebut sebagai salah satu peluang untuk mendulang medali.

“Harapan kami bisa meraih emas dan menjadi target kami di tahun 2027,” ujarnya.

Arif mengatakan Disporapar juga akan berkoordinasi dengan KONI Kota Malang, termasuk dalam aspek pembinaan maupun dukungan anggaran. Pembahasan program persiapan Porprov 2027 juga telah dilakukan bersama DPRD Kota Malang.

Menariknya, terdapat perubahan batas usia atlet pada Porprov 2027. Jika sebelumnya batas maksimal usia atlet berada di angka 23 tahun, pada Porprov 2027 batas tersebut bertambah menjadi 25 tahun.

Menurut Arif, perubahan tersebut membuka peluang bagi sejumlah atlet Kota Malang yang sebelumnya terkendala batas usia untuk kembali diproyeksikan dalam skuad Porprov 2027.

“Kami berharap dengan kesempatan pertambahan umur ini, atlet-atlet yang kemarin sudah berprestasi dan usianya sudah lebih dari 23 tahun bisa kita ambil lagi, kita latih lagi,” jelasnya.

Dengan waktu persiapan sekitar enam hingga tujuh bulan sebelum pelaksanaan Porprov, Disporapar menilai pembinaan harus dilakukan sejak dini dan terukur. Tahap pra-puslatkot hingga puslatkot diharapkan mampu menghasilkan atlet yang benar-benar siap bertanding.

Koordinasi antara Disporapar, KONI dan induk organisasi pickleball juga akan diperkuat untuk memastikan proses seleksi, latihan dan persiapan atlet berjalan lebih awal.

“Kita masih punya waktu sekitar enam sampai tujuh bulan ke depan. Semoga persiapannya cukup untuk Porprov 2027,” pungkas Arif.

Peresmian Pusat Latihan Pickleball Junior Kota Malang pun menjadi penanda bahwa pickleball tidak lagi sekadar olahraga rekreasi.

Dengan pembinaan usia muda yang mulai diarahkan ke kompetisi, cabang olahraga ini kini diproyeksikan menjadi salah satu kekuatan baru Kota Malang dalam perburuan prestasi olahraga di Jawa Timur. (cha)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *