Pengurus DPC PKB Kota Malang 2026–2031 Dikukuhkan, Hikmah Bafaqih Siapkan Kekuatan Baru

  • Bagikan
Pengukuhan kepengurusan DPC PKB Kota masa bakti 2026–2031
banner 468x60

MALANGPOINT.COM | KOTA MALANG – DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Malang resmi memasuki babak baru. Pengukuhan kepengurusan masa bakti 2026–2031 di Savana Hotel, Sabtu (17/10/2026) malam, menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meneguhkan kesiapan partai menghadapi tantangan politik lima tahun ke depan.

Di bawah kepemimpinan Hikmah Bafaqih, kepengurusan baru PKB Kota Malang hadir dengan komposisi yang didominasi figur muda potensial. Formasi ini menjadi sinyal regenerasi sekaligus langkah memperkuat mesin organisasi agar semakin solid, progresif, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Pengukuhan tersebut dihadiri Sekretaris Jenderal DPP PKB Hasanuddin Wahid, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, dua mantan Wali Kota Malang HM Anton atau Abah Anton dan Sutiaji, jajaran kiai, pimpinan lintas partai politik, Bawaslu, KPU, serta ratusan kader dan simpatisan.

Kehadiran para tokoh lintas unsur itu menambah bobot momentum pengukuhan sekaligus menunjukkan pentingnya peran PKB dalam menjaga komunikasi politik dan mendorong pembangunan Kota Malang.

Hikmah Bafaqih kembali dipercaya sebagai Ketua DPC PKB Kota Malang. Posisi sekretaris diamanahkan kepada Saniman Wafi, sedangkan jajaran wakil ketua diisi M. Anas Muttaqin, Damanhuri, Arif Wahyudi, dan sejumlah figur lainnya. Sementara itu, posisi bendahara dipercayakan kepada Putri Aidillah Nurfitriyah Kriswanto.

Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni pergantian dan penetapan kepengurusan. Bagi Hikmah, momentum tersebut menjadi penegasan tanggung jawab seluruh jajaran untuk memperkuat organisasi, meningkatkan kinerja, dan memastikan kehadiran partai benar-benar dirasakan masyarakat.

Ia mengungkapkan, mekanisme pengawasan terhadap kinerja fraksi dan pengurus telah berjalan sejak proses konsolidasi kepengurusan dimulai sekitar 4,5 bulan lalu.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun organisasi yang lebih disiplin, terukur, dan bertanggung jawab.

Hikmah juga menegaskan pentingnya membangun kembali kepercayaan publik terhadap partai politik, terutama di tengah tantangan rendahnya kepercayaan sebagian generasi muda terhadap institusi politik.

“Tugas kita semua, para pimpinan parpol, adalah membuktikan bahwa keberadaan partai politik dan produk kebijakan publiknya benar-benar dapat dipercaya dan dirasakan kemanfaatannya oleh masyarakat,” tegas Hikmah.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat harus dijawab dengan kerja nyata. Pengelolaan bantuan keuangan negara dan pelaksanaan tugas para wakil rakyat harus sejalan dengan tanggung jawab pengabdian serta pelayanan kepada publik.

Dominasi figur muda dalam kepengurusan baru menjadi salah satu kekuatan yang diharapkan mampu membawa energi baru bagi PKB Kota Malang.

Regenerasi tersebut diharapkan berjalan beriringan dengan penguatan kaderisasi, soliditas internal, serta peningkatan kapasitas organisasi.

Hikmah juga mendorong kepedulian partai terhadap persoalan sosial dan ekonomi masyarakat. DPC PKB Kota Malang memberikan ruang tampil bagi kelompok musik penyandang disabilitas netra dari UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra Janti Malang, sekaligus mendorong agar mereka memperoleh kesempatan tampil dalam agenda resmi pemerintah daerah.

Di bidang ekonomi, PKB mengarahkan belanja internal organisasi untuk mendukung produk UMKM binaan partai. Sementara dalam aspek lingkungan, gerakan No Plastic diterapkan melalui penyediaan air minum isi ulang dalam setiap kegiatan partai.

Langkah tersebut menegaskan bahwa penguatan organisasi tidak hanya bertumpu pada struktur kepengurusan, tetapi juga pada program dan keberpihakan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat turut menyampaikan selamat kepada Hikmah Bafaqih dan seluruh jajaran pengurus yang dikukuhkan. Ia berharap amanah kepengurusan periode 2026–2031 dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan semangat pengabdian.

Wahyu menekankan bahwa partai politik memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran demokrasi, memperkuat literasi politik generasi muda, serta membuka ruang komunikasi yang sehat dengan masyarakat.

Menurutnya, perbedaan pilihan politik harus disikapi secara dewasa tanpa mengorbankan persatuan. Pembangunan Kota Malang juga membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, partai politik, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat.

Sejalan dengan itu, Hikmah mengajak seluruh pimpinan partai politik, tokoh masyarakat, dan jajaran Nahdlatul Ulama untuk memperkuat sinergi demi meningkatkan kualitas pelayanan publik dan menjaga iklim politik yang santun.

Dengan kepengurusan baru hingga 2031, DPC PKB Kota Malang menegaskan tekad memperkuat konsolidasi dan memperluas kontribusi bagi masyarakat. (cha)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *