MALANGPOINT.COM | KOTA MALANG – Sebanyak 35 murid MAN 2 Kota Malang bersiap membawa nama madrasah ke panggung internasional melalui program Japan Youth Summit (JYS) 2026 di Jepang.
Keikutsertaan ini menjadi peluang bagi para murid untuk mengasah kemampuan, memperluas wawasan global, sekaligus mengenal budaya dunia secara langsung.
Pelepasan peserta melalui Departure Ceremony Japan Youth Summit 2026 digelar di Auditorium Lantai 4 Gedung Laboratorium Sains Terpadu MAN 2 Kota Malang, Kamis (15/10/2026). Para peserta yang berasal dari kelas X dan XI tersebut dijadwalkan berangkat pada Minggu (18/10/2026).
Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd., menegaskan bahwa kesempatan mengikuti program internasional harus dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh dan dibuktikan melalui prestasi serta tanggung jawab.
Ia mengingatkan para peserta agar tidak hanya mengejar pengalaman di luar negeri, tetapi juga mampu menunjukkan kemampuan terbaik serta menjaga kepercayaan orang tua dan nama baik madrasah.
“Kesempatan ini harus diimbangi dengan prestasi dan tanggung jawab. Ini menjadi bagian dari integrasi ilmu dan budaya, sekaligus kesempatan untuk berkompetisi dan menunjukkan kemampuan terbaik,” tegas Samsudin.
Sementara itu, Ketua Language Development Center (LDC) MAN 2 Kota Malang, H. Ahmad Thohir Yoga, M.Pd., M.Ed., menyebut JYS 2026 sebagai kesempatan strategis untuk membangun kompetensi peserta didik dalam lingkungan internasional.
Menurutnya, para murid harus memanfaatkan program tersebut untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, memperluas jejaring, dan memahami keberagaman budaya. Kedisiplinan, kesiapan mental, serta sikap santun juga menjadi bekal penting selama berada di Jepang.
“Kami berharap para peserta mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, mengambil sebanyak mungkin pelajaran, serta membawa pulang pengalaman yang bermanfaat bagi diri sendiri dan madrasah,” ujarnya.
Keikutsertaan 35 murid ini sekaligus menjadi bagian dari upaya MAN 2 Kota Malang memperluas pengalaman belajar melampaui ruang kelas.
Mereka diharapkan pulang tidak sekadar membawa kenangan perjalanan, tetapi juga pengetahuan, kepercayaan diri, dan perspektif global yang dapat dibagikan kepada warga madrasah. (red)















