Kompol Diana Wakili Polwan Polres Jajaran Polda Jatim di IAWP 2026 Bali, Bawa Wawasan Kepolisian Global ke Malang

  • Bagikan
Kompol Diana menjadi salah satu dari tiga delegasi Polwan Polda Jawa Timur dalam The 63rd IAWP Annual Training Conference 2026 di Badung, Bali
banner 468x60

MALANGPOINT.COM | KOTA MALANG — Kesempatan berkiprah di panggung kepolisian internasional menjadi pengalaman penting bagi Kompol Diana Pudjiastuti, Kabagren Polresta Malang Kota.

Ia dipercaya menjadi salah satu dari tiga delegasi Polwan Polda Jawa Timur dalam The 63rd International Association of Women Police (IAWP) Annual Training Conference 2026 di Badung, Bali.

Dari sekitar 450 peserta yang berasal dari 43 negara, Kompol Diana menjadi satu-satunya Polwan dari jajaran Polres di lingkungan Polda Jawa Timur yang mendapat kesempatan mengikuti forum internasional tersebut.

Kompol Diana hadir bersama AKBP Yayuk Sri Wahyuningtias, Kasubdit Waster Ditpamobvit Polda Jatim, dan Kompol Ruth Yeni Q, Kasubdit II Ditres PPA & PPO Polda Jatim.

Konferensi berlangsung pada 20–24 September 2026 dengan mengusung tema “Women Leading Global Change”. Forum tersebut menjadi ruang bertukar pengalaman, pengetahuan, dan praktik kepolisian dalam menghadapi tantangan keamanan yang terus berkembang.

Salah satu agenda yang mencuri perhatian adalah parade Polwan dari berbagai negara di Lapangan Puputan Renon, Denpasar, Minggu (20/9/2026). Para peserta tampil dengan seragam kepolisian masing-masing, sekaligus memperkenalkan tradisi dan karakter kepolisian dari negara asalnya.

Bagi Kompol Diana, keikutsertaannya bukan sekadar menjadi bagian dari agenda internasional. Lebih dari itu, forum tersebut menjadi kesempatan untuk membawa pulang pengetahuan baru yang dapat memberikan masukan bagi pengembangan organisasi di Polresta Malang Kota.

“Bagi saya, IAWP menjadi ruang untuk belajar dari pengalaman Polwan berbagai negara. Pengetahuan yang diperoleh dapat menjadi masukan dalam mendukung perencanaan dan pengembangan organisasi, termasuk bagaimana kepolisian merespons tantangan yang semakin kompleks,” ujar Kompol Diana saat dikonfirmasi, Senin (21/9/2026).

Sebagai Kabagren, pengalaman tersebut dinilai memiliki keterkaitan erat dengan tugas perencanaan organisasi.

Berbagai isu yang dibahas dalam konferensi dapat menjadi bahan perspektif dalam menyusun program, meningkatkan kapasitas personel, hingga memperkuat kesiapan organisasi menghadapi perubahan pola kejahatan.

Sejumlah materi yang dibahas meliputi kepemimpinan perempuan, investigasi kompleks, identifikasi korban bencana, perdagangan orang, kontra-terorisme, kekerasan berbasis teknologi, transformasi teknologi kepolisian, hingga kejahatan transnasional terorganisasi.

“Yang paling penting adalah bagaimana pengetahuan dan praktik yang didapat tidak berhenti sebagai pengalaman pribadi, tetapi dapat ditransformasikan menjadi masukan bagi institusi. Ini relevan dengan fungsi perencanaan karena setiap program harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan tantangan kepolisian,” tegasnya.

Menurut Diana, perkembangan teknologi turut mengubah karakter ancaman keamanan. Kejahatan tidak lagi selalu berlangsung secara konvensional, tetapi dapat memanfaatkan teknologi dan jaringan lintas negara.

Karena itu, pertukaran pengalaman dengan kepolisian dari berbagai negara menjadi bagian penting dalam melihat bagaimana institusi kepolisian merespons tantangan tersebut.

“Setiap negara memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda. Namun, ada persoalan yang memiliki irisan, terutama kejahatan yang memanfaatkan teknologi dan jaringan lintas negara. Dari forum ini kami dapat saling berbagi pengalaman dan melihat praktik yang bisa menjadi pembelajaran bagi institusi,” tuturnya.

Tak hanya memperluas wawasan, konferensi IAWP juga membuka jejaring profesional antarpersonel kepolisian perempuan dari berbagai negara. Interaksi tersebut memberikan kesempatan untuk melihat pendekatan berbeda dalam menangani persoalan kepolisian sekaligus memahami praktik yang berkembang di negara lain.

Bagi Polresta Malang Kota, pengalaman Kompol Diana di forum internasional tersebut menjadi tambahan perspektif dalam pengembangan organisasi.

Pengetahuan mengenai kepemimpinan, teknologi kepolisian, penanganan kejahatan kompleks, hingga kerja sama lintas negara dapat menjadi referensi dalam menyusun program yang lebih adaptif terhadap perkembangan situasi.

“Harapannya, pengalaman mengikuti IAWP ini dapat memberikan manfaat bagi Polresta Malang Kota, baik dalam pengembangan personel, penyusunan program maupun peningkatan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat,” kata Diana.

IAWP 2026 di Bali sekaligus menandai kedua kalinya Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah konferensi tersebut. Sebelumnya, Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan IAWP di Labuan Bajo pada 2021.

Dengan mengangkat tema “Women Leading Global Change”, konferensi tahun ini menitikberatkan pada penguatan kapasitas, jejaring, dan peran Polwan dalam menghadapi tantangan kepolisian modern.

Keikutsertaan Kompol Diana bersama dua delegasi Polwan Polda Jatim juga memperluas pengalaman personel kepolisian dari tingkat kewilayahan dalam forum internasional.

Dari Bali, pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh diharapkan tidak berhenti sebagai catatan pribadi, tetapi dapat dibawa kembali ke Malang sebagai bahan pembelajaran untuk memperkuat perencanaan, pengembangan organisasi, dan peningkatan pelayanan Polresta Malang Kota kepada masyarakat. (cha)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *