MALANGPOINT.COM | Di tengah menjamurnya toko aksesori modern dan belanja daring, sebuah lapak sederhana di kawasan Kudusan, Kota Malang, justru berhasil mencuri perhatian publik.
Lapak milik Pak Rahmad yang berada di samping Tolaram mendadak ramai diserbu pembeli setelah videonya viral di media sosial.
Fenomena tersebut mengubah suasana lapak yang sebelumnya hanya didatangi pelanggan untuk memperbaiki jam tangan. Kini, sejak pagi hingga sore hari, pembeli terus berdatangan untuk berburu koleksi jam tangan bergaya kekinian dengan harga yang sangat terjangkau.
Mayoritas pengunjung merupakan mahasiswa baru yang baru memulai aktivitas perkuliahan di Kota Malang. Mereka mengetahui keberadaan lapak Pak Rahmad melalui unggahan di TikTok yang memperlihatkan beragam pilihan jam tangan dengan desain modern dan harga bersahabat.
“Modelnya banyak, tampilannya bagus, dan harganya murah. Cocok untuk dipakai kuliah sehari-hari,” kata Farida, salah seorang pembeli.
Tak hanya menawarkan harga ekonomis, Pak Rahmad juga mempertahankan pelayanan yang menjadi ciri khas usahanya selama puluhan tahun.
Selain melayani servis jam tangan, ia dengan ramah membantu pelanggan menyesuaikan ukuran tali jam tanpa memungut biaya tambahan.
Jam tangan yang dijual dibanderol mulai Rp30 ribu hingga Rp50 ribu. Kombinasi harga yang terjangkau, model yang mengikuti tren, serta pelayanan yang bersahabat membuat lapak sederhana itu menjadi pilihan banyak anak muda.
Pak Rahmad mengaku tidak pernah membayangkan usahanya akan mendapat perhatian sebesar ini. Menurutnya, media sosial membawa perubahan besar terhadap jumlah pelanggan yang datang setiap hari.
“Alhamdulillah, saya tidak menyangka sekarang jadi seramai ini. Awalnya saya hanya fokus servis jam, kemudian mulai menjual jam tangan. Banyak pembeli bilang tahu tempat ini dari TikTok. Semoga ini menjadi rezeki dan saya bisa terus memberikan pelayanan yang terbaik,” ujar Rahmad, Minggu (2/8/2026).
Kisah Pak Rahmad menjadi bukti bahwa usaha kecil dengan pelayanan yang tulus dan kualitas yang terjaga tetap mampu berkembang di era digital.
Berkat kekuatan media sosial, lapak sederhana di sudut Kota Malang itu kini menjelma menjadi destinasi favorit bagi anak muda yang ingin tampil modis tanpa harus mengeluarkan biaya besar. (Cha)















