MALANGPOINT.COM | KOTA MALANG — Festival Mbois 11 Malang Menyala memasuki hari ketiga dengan momentum strategis. Bukan sekadar festival, agenda ini mulai diarahkan menjadi pijakan baru untuk memperluas ekosistem ekonomi kreatif Kota Malang, termasuk mengubah stadion menjadi ruang produktif bagi pelaku kreatif dan UMKM.
Ketua Harian Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Vicky Arief Herinadharma usai mendampingi Menpora RI Erick Thohir dalam rqngkaian Festival Mbois 11 mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mendesentralisasikan pemanfaatan Malang Creative Center (MCC) ke berbagai ruang publik di Kota Malang.
Menurutnya, MCC saat ini telah menjadi ruang tumbuh yang sangat aktif dengan tingkat pemanfaatan mencapai sekitar 1.100 hingga 1.300 event setiap bulan. Tingginya aktivitas tersebut sekaligus menunjukkan kebutuhan terhadap ruang kreatif baru.
“Karena MCC sudah sangat padat, kebermanfaatannya perlu dikoneksikan dengan ruang-ruang publik lainnya,” ujar Vicky, Minggu (23/8/2026)
Salah satu yang tengah dipiloting adalah pemanfaatan Stadion Gajayana sebagai ruang kreatif. Konsep itu diarahkan menjadi Sport Creative Economic Hub, dengan mengintegrasikan olahraga, ekonomi kreatif, UMKM, komunitas dan berbagai kegiatan publik.
Vicky menyebut langkah tersebut sejalan dengan dorongan pemerintah melalui kolaborasi lintas kementerian untuk mengoptimalkan stadion sebagai Sport Economic Hub.
“Di Malang, kami mencoba mendorongnya menjadi Sport Creative Economic Hub,” tegasnya.
Selama tiga hari Festival Mbois 11, Stadion Gajayana tidak hanya menjadi lokasi kegiatan olahraga. Ruang tersebut mulai diisi berbagai aktivitas kreatif, mulai dari seminar, konser, pameran, pasar kreatif hingga kegiatan berbasis olahraga.
Menurut Vicky, pola ini menjadi pembuktian bahwa fasilitas publik, termasuk stadion, dapat memiliki fungsi ekonomi baru ketika dikelola secara kolaboratif dan kreatif.
Dalam tiga hari berturut-turut, Festival Mbois 11 tersebut dikunjungi tiga menteri, yakni Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, dan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir.
Kehadiran tiga menteri itu dinilai menjadi sinyal kuat terhadap posisi Malang sebagai salah satu kota yang serius membangun ekosistem ekonomi kreatif berbasis kolaborasi.
“Selama tiga hari ini kami mendapat apresiasi secara nasional. Dukungan tiga kementerian menjadi daya ungkit dan penguatan bagi ekosistem kreatif di Malang,” kata Vicky.
Ia menilai momentum tersebut semakin penting karena Malang telah ditetapkan sebagai Kota Kreatif Dunia, sekaligus tengah memasuki tahun perayaan atas status tersebut.
Vicky berharap dukungan pemerintah pusat tidak berhenti pada kunjungan dan apresiasi, tetapi berkembang menjadi kolaborasi konkret yang memperkuat infrastruktur, ruang tumbuh, akses pasar, hingga peluang ekonomi bagi pelaku kreatif.
Dengan demikian, Festival Mbois 11 tidak hanya menjadi perhelatan tahunan, tetapi dapat menjadi titik awal perubahan cara pandang terhadap ruang publik, dari sekadar tempat berkegiatan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi kreatif Kota Malang. (cha/dd)















