MALANGPOINT..COM | KOTA MALANG – Polresta Malang Kota memperkuat kemitraan dengan para pengemudi ojek online (ojol) sebagai garda terdepan yang setiap hari bersentuhan langsung dengan aktivitas masyarakat.
Sebanyak 35 komunitas driver online dikumpulkan dalam forum silaturahmi dan dialog terbuka di Pojok Media Polresta Malang Kota, Jumat (7/8/2026), untuk membangun sinergi menjaga keamanan, ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus meningkatkan kelancaran arus lalu lintas di Kota Malang.
Kegiatan yang dipimpin langsung Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setyo PS itu dihadiri Kasat Intelkam Kompol Agus Sutanto, Kasat Lantas Kompol Rio Angga Prasetyo, Kasat Binmas Kompol Indo, Ketua Paguyuban Driver Online Indonesia (PDOI) Puji, Satgas ShopeeFood Malang Yogi, Ketua Komunitas SGB Malang Jay, Ketua Komunitas Maxim Agung, serta puluhan perwakilan komunitas driver online lainnya.
Dikemas dalam suasana santai melalui ngopi pagi, forum tersebut menjadi ruang komunikasi dua arah untuk menyerap berbagai aspirasi, mulai dari persoalan keamanan, keselamatan berkendara, titik rawan kemacetan, hingga pelayanan publik yang dibutuhkan para pengemudi di lapangan.
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setyo menegaskan bahwa driver ojol bukan sekadar pelaku transportasi daring, tetapi juga mitra strategis kepolisian yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas kamtibmas sekaligus menjadi wajah pelayanan Kota Malang bagi masyarakat maupun wisatawan.
“Kami ingin membangun komunikasi yang kuat dengan rekan-rekan driver ojol. Sinergi ini penting agar setiap persoalan di lapangan dapat diselesaikan bersama melalui komunikasi yang terbuka,” ujar Kombes Pol Danang.
Menghadapi meningkatnya aktivitas masyarakat sepanjang Agustus yang dipenuhi berbagai agenda besar, Polresta Malang Kota juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Malang terkait skema rekayasa lalu lintas.
Informasi mengenai pengalihan arus dan jalur alternatif akan terus disampaikan secara cepat agar para pengemudi dapat menyesuaikan rute operasional sehingga lebih efektif dan efisien.
Selain mengajak para driver mengutamakan keselamatan berkendara, Kapolresta juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan, melengkapi administrasi kendaraan, serta memberikan pelayanan yang ramah kepada pelanggan sebagai modal meningkatkan kepercayaan masyarakat.
“Jalan raya adalah tempat mencari nafkah. Karena itu, keselamatan harus menjadi prioritas utama. Layani pelanggan dengan baik karena pelayanan yang berkualitas akan menjadi nilai tambah bagi rekan-rekan driver,” pesannya.
Sebagai bentuk dukungan nyata kepada para pengemudi online, Polresta Malang Kota membuka akses 22 Pos Polisi dan lima Polsek di wilayah hukumnya sebagai rest area yang dapat dimanfaatkan untuk beristirahat ketika kelelahan.
Tidak hanya itu, fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) milik Polresta juga disediakan secara gratis guna membantu mengurangi biaya operasional para driver kendaraan listrik.
Kapolresta juga melihat meningkatnya kunjungan wisatawan ke Kota Malang sebagai peluang ekonomi yang harus dimanfaatkan para pengemudi online dengan memberikan pelayanan terbaik, termasuk kepada wisatawan mancanegara.
Dalam dialog tersebut, sejumlah aspirasi turut disampaikan para driver. Mustopa dari Komunitas Gaspol Malang menyoroti parkir kendaraan yang memakan badan jalan di kawasan Pasar Blimbing sehingga kerap memicu kemacetan. Ia juga meminta adanya penguatan pengaturan lalu lintas di Simpang Sudimoro, terutama pada jam sibuk saat aktivitas sekolah.
“Kami berharap penertiban parkir di kawasan Pasar Blimbing dapat lebih dimaksimalkan karena kendaraan yang memakan bahu jalan menjadi salah satu penyebab kemacetan,” kata Mustopa.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kombes Pol Danang memastikan seluruh aspirasi akan menjadi bahan evaluasi bersama dan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan Pemerintah Kota Malang serta instansi terkait.
Ia juga mengungkapkan bahwa Polresta Malang Kota telah membangun sinergi dengan jaringan ambulans di seluruh Kota Malang guna mempercepat penanganan apabila terjadi kecelakaan lalu lintas.
“Kami berharap tidak ada kecelakaan. Namun apabila terjadi, kami pastikan penanganannya dilakukan secara cepat dan maksimal. Kami juga mengingatkan agar telepon genggam tidak dipasang di bagian depan kendaraan karena dapat memancing aksi kejahatan jalanan,” tegasnya.
Mengakhiri dialog, Kapolresta mengajak seluruh komunitas driver online menjadikan berbagai peristiwa yang sempat viral di Malang Raya sebagai pembelajaran agar tidak terulang kembali.
Melalui forum silaturahmi ini, Polresta Malang Kota ingin membangun kemitraan yang semakin solid dengan komunitas driver online, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan. (ten/dd)















