Wahyu Hidayat Apresiasi Kampung Bejo, Program RT Berkelas Jadi Penggerak Ekonomi Warga

  • Bagikan
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat saat meninjau lokasi pemberdayaan masyarakat dan ekonomi produktif melalui program RT berkelas
banner 468x60

MALANGPOINT.COM | KOTA MALANG – Program RT Berkelas di Kota Malang tak hanya diarahkan untuk membangun infrastruktur lingkungan. Di tangan warga Perumahan Puri Cempaka Putih 1, RW 06, Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang, program tersebut dikembangkan menjadi penggerak pemberdayaan masyarakat dan ekonomi produktif.

Inisiatif warga yang tergabung dalam Kampung Bejo itu mendapat apresiasi Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, saat meninjau langsung kawasan tersebut bersama jajaran perangkat daerah, Kamis (8/10/2026).

Warga dari empat RT berkolaborasi mengembangkan budidaya ikan lele dan nila, pertanian hidroponik, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis potensi lokal.

Bahkan, Wahyu turut memanen hasil pertanian hidroponik yang dikembangkan warga. Aktivitas tersebut menjadi gambaran pemanfaatan Program RT Berkelas yang tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh kegiatan produktif yang berpotensi memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Wahyu menjelaskan, warga memilih mengarahkan program pada pemberdayaan karena fasilitas umum (fasum) perumahan tersebut masih dalam proses penyerahan. Kesepakatan warga RT 01 hingga RT 04 kemudian menjadi dasar untuk mengoptimalkan potensi lingkungan melalui kegiatan ekonomi bersama.

“Di sini fasum perumahannya belum diserahkan dan masih dalam proses, sehingga warga dari empat RT ini bersepakat untuk tidak merealisasikan program RT Berkelas berupa pembangunan fisik, tetapi lebih kepada pemberdayaan masyarakat dan potensi yang ada. Di sini pun warga mendapat pendampingan dan pelatihan, sehingga hasilnya dapat dilihat sendiri,” jelasnya.

Menurut Wahyu, langkah tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan Program RT Berkelas dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing lingkungan. Dengan dukungan pendampingan serta pelatihan yang tepat, program ini dapat membuka peluang bagi warga untuk mengembangkan potensi yang sebelumnya belum tergarap optimal.

Hasil budidaya ikan dan sayuran hidroponik kini mulai dinikmati masyarakat setempat. Selain membantu memenuhi kebutuhan warga, hasil produksi tersebut juga berpotensi menghasilkan pemasukan untuk menambah kas RT sekaligus menjadi modal pengembangan usaha berikutnya.

Tak hanya sektor pertanian dan perikanan, warga Kampung Bejo juga merintis UMKM dengan memanfaatkan bahan baku lokal, seperti lidah buaya dan jahe. Pengembangan usaha tersebut memperluas peluang warga untuk menciptakan produk bernilai tambah dari potensi yang tersedia di lingkungan mereka.

Ketua RW 06, Agung Hari Prastyono, mengatakan Program RT Berkelas turut mewujudkan keinginan warga untuk mengembangkan budidaya ikan yang telah direncanakan sejak beberapa tahun lalu. Melalui kesepakatan dan kerja sama empat RT, gagasan tersebut akhirnya dapat direalisasikan menjadi kegiatan produktif bersama.

Nama Kampung Bejo sendiri diharapkan menjadi doa agar kawasan tersebut semakin joyo atau berjaya. Lebih dari sekadar nama, semangat itu tercermin dalam keguyuban warga yang bahu-membahu mengelola kegiatan bersama demi memberikan manfaat bagi lingkungan.

Kampung Bejo menjadi contoh pemanfaatan Program RT Berkelas yang menempatkan kebutuhan dan potensi warga sebagai dasar pelaksanaan.

Selain mendukung penataan lingkungan, pendekatan pemberdayaan ini membuka ruang bagi tumbuhnya kegiatan ekonomi produktif yang diharapkan dapat memperkuat kemandirian masyarakat.(red)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *