MALANGPOINT.COM | KOTA MALANG – Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) DPC Kota Malang memasuki babak baru. Reynaldi Angga Sazali Pratama atau Pay terpilih sebagai Ketua GEKRAFS DPC Kota Malang melalui Musyawarah Cabang (Muscab) yang digelar di Latar Ijen, Kota Malang, Rabu (7/10/2026).
Muscab tersebut menjadi momentum konsolidasi sekaligus penegasan arah baru GEKRAFS Kota Malang dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif.
Di bawah kepemimpinan Pay, GEKRAFS ditargetkan tidak hanya menjadi wadah berhimpunnya pelaku ekonomi kreatif, tetapi juga tampil sebagai motor penggerak kolaborasi dan pengembangan potensi kreatif di Kota Malang.
Pay membawa visi besar, yakni menjadikan Kota Malang sebagai episentrum ekonomi kreatif Indonesia.
Visi tersebut akan diwujudkan melalui penguatan ekosistem ekonomi kreatif yang lebih kolaboratif, inovatif dan inklusif. GEKRAFS akan mendorong kolaborasi yang lebih luas antara pelaku ekonomi kreatif dengan pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Kota Malang bukan hanya menjadi tempat tumbuhnya pelaku ekonomi kreatif, tetapi harus menjadi episentrum ekonomi kreatif Indonesia,” kata Pay.
Menurutnya, Kota Malang memiliki potensi besar sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi kreatif. Potensi tersebut perlu diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor agar tidak berhenti pada kreativitas, tetapi mampu berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Karena itu, GEKRAFS Kota Malang ke depan akan membuka lebih banyak ruang kolaborasi sekaligus mendorong peningkatan kapasitas pelaku ekonomi kreatif. Pengembangan talenta, penguatan jejaring, peningkatan kualitas karya hingga perluasan akses pasar menjadi bagian penting dalam agenda kepemimpinan baru.
GEKRAFS juga mendorong agar karya dan produk kreatif lokal tidak hanya berkembang di pasar Kota Malang. Produk lokal ditargetkan mampu naik kelas, bersaing di tingkat nasional, bahkan menembus pasar global.
Dengan terpilihnya Pay sebagai ketua, GEKRAFS Kota Malang memasuki babak baru. Organisasi tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi Malang dalam peta ekonomi kreatif nasional sekaligus menjadikan potensi kreatif sebagai kekuatan ekonomi yang semakin nyata.
“Malang harus menjadi kota yang tidak hanya memiliki banyak pelaku kreatif, tetapi juga mampu melahirkan karya, inovasi, dan produk kreatif yang diperhitungkan di tingkat nasional hingga global,” tegas Pay (cha)















