Layar Tancap Warga RT 43 Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-81

  • Bagikan
banner 468x60

MALANGPOINT.COM | MALANG — Suasana peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Perumahan Bululawang Permai, Desa Bululawang, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, berlangsung semarak. Warga RT 43 RW 08 menggelar hiburan layar tancap pada Minggu (23/8/2026) malam.

Sejak malam mulai turun, warga berdatangan untuk menikmati hiburan yang mengingatkan pada suasana tempo dulu. Sebanyak tiga film diputar mulai pukul 19.30 WIB hingga sekitar pukul 23.30 WIB.

Kegiatan tersebut merupakan inisiatif spontan sejumlah warga RT 43 sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI di lingkungan RW 08. Gagasan itu mendapat dukungan dari Ketua RT 43 dan Ketua RW 08, sehingga dapat terlaksana dengan meriah. Bahkan Kepala Desa Bululawang, Hasan Basori sempat berkunjung ke tempat acara meski hanya sebentar.

Ketua RT 43, Maliki, mengatakan ide menggelar layar tancap muncul dari sejumlah warga yang ingin menghadirkan hiburan sederhana sekaligus bernuansa nostalgia dalam momentum peringatan kemerdekaan.

“Ide awal spontanitas dari warga. Ada sejumlah warga datang ke saya minta izin untuk membuat acara itu, terus saya izinkan,” ujar Maliki.

Tidak hanya menonton film, warga juga diberi kesempatan untuk membuka lapak makanan dan minuman dengan konsep tempo dulu. Hal itu sengaja dilakukan untuk menambah semarak suasana dan menghadirkan nuansa jajanan zaman dahulu.

“Di situ juga dijelaskan nanti warga yang mau berjualan ala-ala jadul diperbolehkan biar ramai,” tambahnya.

Didukung Donatur Warga

Untuk pembiayaan, Maliki menyebut kegiatan tersebut mendapat dukungan dari seorang donatur yang merupakan warga RT 43. Donatur tersebut memilih untuk tidak disebutkan namanya.

“Yang jelas ada donatur dari salah satu warga RT 43 yang tidak mau disebutkan namanya yang membiayai acara pemutaran film layar tancap ini,” ungkap Maliki, yang merupakan purnawirawan TNI.

Antusiasme warga terhadap acara tersebut juga cukup tinggi. Informasi mengenai adanya pemutaran film layar tancap dengan cepat menyebar, tidak hanya di lingkungan RT 43, tetapi juga ke warga sekitar.

Kondisi tersebut membuat panitia perlu mengantisipasi kemungkinan membludaknya jumlah penonton. Untuk menjaga keamanan dan ketertiban, Maliki meminta dukungan personel yang tergabung dalam forum TNI-Polri di lingkungan RW 08.

“Pemutaran film jadul di RT 43 ini sudah menyebar ke mana-mana. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi membludaknya penonton, saya minta bantuan keamanan ke forum TNI-Polri yang ada di perumahan ini, baik itu personel yang sudah purna maupun yang masih aktif,” jelasnya.

Hiburan Nostalgia untuk Generasi Muda

Bagi sebagian warga, layar tancap bukan sekadar hiburan. Kehadiran tontonan dengan konsep tempo dulu tersebut juga menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk mengenal salah satu bentuk hiburan masyarakat pada masa lalu.

Nadzir (37), salah seorang penonton, mengaku mendukung kegiatan tersebut karena dinilai memberikan hiburan sekaligus pengalaman yang positif bagi generasi muda.

“Saya sendiri sebagai anak muda sangat mendukung acara ini, karena ini hal positif. Bisa sedikit mengerti bagaimana era zaman dulu di antara gempuran modernisasi dan, istilahnya, Gen Z sekarang,” katanya.

Dengan dukungan warga, tokoh lingkungan, serta unsur keamanan, pemutaran layar tancap tersebut akhirnya berlangsung hingga selesai. Bukan hanya menjadi hiburan malam, kegiatan itu juga menghadirkan kembali suasana kebersamaan dan nostalgia di tengah perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-81.

Bagi warga RT 43, layar tancap menjadi cara sederhana untuk merayakan kemerdekaan sekaligus mempertemukan berbagai generasi dalam satu ruang kebersamaan. (tem)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *