HIPMI Kota Malang–Jakarta Pusat Satukan Kekuatan, 100 UMKM Dibidik Naik Kelas

  • Bagikan
kolaborasi BPC HIPMI Kota Malang, BPC HIPMI Jakarta Pusat, dan Sahabat UMKM Indonesia
banner 468x60

MALANGPOINT.COM | JAKARTA — Penguatan UMKM tidak cukup hanya dengan pelatihan. Akses terhadap mentor, pembiayaan, pasar, hingga jaringan bisnis menjadi kunci agar pelaku usaha benar-benar mampu naik kelas.

Semangat itu menjadi dasar kolaborasi BPC HIPMI Kota Malang, BPC HIPMI Jakarta Pusat, dan Sahabat UMKM Indonesia dalam membangun program pemberdayaan UMKM berbasis pembelajaran dan pendampingan.

Kolaborasi tersebut dibahas Ketua Umum BPC HIPMI Kota Malang Hendi Suryo Leksono, Ketua Umum BPC HIPMI Jakarta Pusat Teguh Agung Hartanto, dan Sekretaris Jenderal Sahabat UMKM Indonesia Faisal Hasan Basri.

Program akan dimulai melalui pembelajaran secara daring dengan melibatkan HIPMI sebagai pengajar yang membagikan pengalaman praktis dunia usaha.

Setelah itu, 100 UMKM akan mendapatkan coaching untuk memperkuat model bisnis sekaligus membuka akses terhadap pendanaan, pasar, dan peluang ekspor.

Faisal menegaskan, pendampingan menjadi tahapan penting untuk memastikan ilmu yang diperoleh pelaku UMKM benar-benar diterapkan.

“Pelatihan merupakan tahap awal. Setelah itu diperlukan coaching agar pelaku usaha mampu menerapkannya dalam bisnis. Ketika usaha semakin siap, akses pendanaan, pasar, dan peluang ekspor juga semakin terbuka.” ujar Faisal

Sedangkan bagi Hendi Suryo Leksono, kolaborasi tersebut merupakan bentuk konkret peran HIPMI di tengah masyarakat. Menurutnya, pengusaha tidak boleh hanya mengejar pertumbuhan bisnis, tetapi juga harus ikut memperkuat lingkungan ekonomi tempat mereka berkembang.

“HIPMI harus bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Pengusaha tidak hidup sendiri. Pertumbuhan usaha juga harus menciptakan manfaat bagi lingkungan” ucapnya

Pandangan serupa disampaikan Teguh. Menurutnya, Jakarta Pusat sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi dan pemerintahan nasional memiliki tanggung jawab sosial yang besar untuk mendorong penguatan ekonomi masyarakat.

“HIPMI tidak hanya bicara tentang bagaimana anggota kita tumbuh. Kita juga harus berpikir bagaimana ekosistem usaha di sekitar kita dapat tumbuh bersama.”

Kolaborasi ini juga mempertemukan dua karakter ekosistem usaha yang berbeda. Malang memiliki potensi pelaku UMKM dan ekonomi daerah, sementara Jakarta Pusat memiliki akses yang kuat terhadap jejaring bisnis dan pusat aktivitas ekonomi nasional.

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ruang pertukaran pengalaman Hendi dan Teguh sebagai pelaku bisnis food and beverage (F&B), termasuk membahas dinamika pasar dan peluang pengembangan usaha.

Hendi menilai kekuatan kolaborasi antarkota terletak pada kemampuan menghubungkan potensi lokal dengan jaringan yang lebih luas.

“Pengusaha boleh tumbuh dari daerah, tetapi manfaatnya tidak harus berhenti di daerah. Kita bisa saling belajar, berbagi jaringan, dan membuka peluang kolaborasi.” terangnya

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai program organisasi, tetapi menghasilkan dampak terukur bagi UMKM melalui peningkatan kapasitas usaha, terbukanya akses pembiayaan, perluasan pasar, hingga peluang menembus pasar ekspor.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan kolaborasi ini bukan hanya berapa banyak UMKM yang mengikuti program, melainkan berapa banyak usaha yang benar-benar tumbuh, berkembang, dan mampu menciptakan manfaat ekonomi baru. (cha)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *