75 Paskibraka Kabupaten Malang Dikukuhkan, Bupati Malang: Kalian Mengemban Amanah Besar untuk Merah Putih

  • Bagikan
Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., kukuhkan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) untuk upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia
banner 468x60

MALANGPOINT.COM | MALANG – Sebanyak 75 putra-putri terbaik Kabupaten Malang resmi dikukuhkan sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) untuk upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Pengukuhan dipimpin Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jumat (14/8) sore.

Prosesi tersebut menjadi penanda berakhirnya rangkaian panjang seleksi, pembinaan, pendidikan, serta latihan fisik dan mental yang telah dijalani para anggota Paskibraka. Momen itu turut disaksikan kepala sekolah serta orang tua dan wali masing-masing anggota.

Di hadapan para Paskibraka, Sanusi menegaskan bahwa pengukuhan bukan sekadar seremoni. Di balik seragam dan barisan yang tegap, terdapat kepercayaan besar yang diberikan kepada generasi muda untuk membawa nama keluarga, sekolah, daerah, sekaligus menjaga kehormatan Merah Putih.

“Pengukuhan ini merupakan bentuk kepercayaan dan amanah kepada generasi muda untuk mengemban tugas mulia dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia,” tegas Sanusi.

Menurutnya, kesempatan menjadi Paskibraka bukanlah sesuatu yang diperoleh semua generasi muda. Karena itu, Sanusi meminta para anggota tidak memandang tugas mereka sebatas mengibarkan dan menurunkan bendera.

“Di balik setiap langkah kaki kalian, terdapat sejarah perjuangan bangsa. Di balik setiap hentakan langkah kalian, terdapat pengorbanan para pahlawan. Dan di balik kibaran Sang Merah Putih, terdapat harapan besar agar generasi muda mampu menjaga persatuan dan mengisi kemerdekaan,” ujarnya.

Sanusi juga mengingatkan bahwa Paskibraka merupakan ruang pembentukan karakter. Disiplin, tanggung jawab, kekompakan, kepemimpinan, keteladanan hingga kecintaan terhadap tanah air harus menjadi nilai yang terus dibawa setelah tugas pengibaran bendera selesai.

Ia mencontohkan barisan Paskibraka tidak akan pernah terlihat sempurna jika setiap anggotanya berjalan sendiri-sendiri. Keserasian hanya lahir ketika setiap orang mampu menjaga posisi, mengikuti aba-aba dan saling percaya.

“Nilai tersebut hendaknya tidak berhenti di lapangan upacara. Bawalah semangat Paskibraka ke sekolah, keluarga, masyarakat dan kehidupan sehari-hari,” pesan Sanusi.

Ia meminta para Paskibraka menjadi generasi yang disiplin dalam belajar, santun dalam bersikap, berani menyampaikan kebenaran, bijak menggunakan teknologi serta mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Sanusi juga mengingatkan bahwa ketika menjalankan tugas pada upacara kemerdekaan nanti, ke-75 anggota Paskibraka tidak lagi berdiri atas nama pribadi.

“Kalian berdiri atas nama keluarga, sekolah, pelatih, daerah dan seluruh masyarakat Kabupaten Malang. Tunjukkan bahwa kalian pantas mendapatkan kepercayaan tersebut,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Sanusi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pembina, pelatih dan pendamping yang telah mencurahkan waktu, tenaga dan pikiran dalam mempersiapkan para anggota Paskibraka. Penghargaan serupa diberikan kepada para orang tua yang dinilai memiliki peran penting melalui doa, dukungan dan pengorbanan.

Ia berharap pengalaman menjadi Paskibraka dapat menjadi fondasi penting bagi perjalanan hidup para generasi muda tersebut.

“Jaga kehormatan, jaga kekompakan, jaga nama baik keluarga dan Kabupaten Malang. Tegakkan kepala, mantapkan langkah, kibarkan Merah Putih dengan penuh kebanggaan dan kobarkan semangat kemerdekaan Republik Indonesia di dalam dada,” pungkas Sanusi. (tem)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *