Bangun Generasi Berkarakter, SDN Sidomulyo 02 Kota Batu Hadirkan Inovasi “ESSIDA, Permisi Mang Iki Sasa Senyum Lo”

  • Bagikan
SDN Sidomulyo 02 Kota Batu menghadirkan sebuah inovasi pendidikan karakter bertajuk "ESSIDA, Permisi Mang Iki Sasa Senyum Lo"
banner 468x60

MALANGPOINT.COM | KOTA BATU – Di tengah derasnya arus digitalisasi yang membawa perubahan pada pola interaksi sosial anak, SDN Sidomulyo 02 Kota Batu menghadirkan sebuah inovasi pendidikan karakter bertajuk “ESSIDA, Permisi Mang Iki Sasa Senyum Lo”.

Program ini menjadi langkah nyata sekolah dalam membangun budaya sopan santun sekaligus membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia.

Pendidikan karakter sejak usia dini dinilai menjadi fondasi penting dalam membentuk kepribadian anak. Namun, perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup membuat nilai-nilai kesantunan seperti mengucapkan permisi, maaf, tolong, memberi salam, menyapa, hingga tersenyum mulai memudar dalam kehidupan sehari-hari.

Berangkat dari kondisi tersebut, SDN Sidomulyo 02 menggagas inovasi ESSIDA, Permisi Mang Iki Sasa Senyum Lo sebagai gerakan pembiasaan yang mengintegrasikan nilai-nilai kesopanan dalam aktivitas harian peserta didik, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Program ini memiliki makna sederhana namun sarat nilai, yakni Permisi, Maaf (Mang), Peduli (Iki), Sapa dan Santun (Sasa), Senyum, serta Tolong (Lo). Seluruh unsur tersebut menjadi pedoman perilaku yang terus dibiasakan kepada setiap siswa.

Kepala SDN Sidomulyo 02 Kota Batu, Marsiana Ika Supriharsini, S.Pd, mengatakan inovasi tersebut dirancang untuk menumbuhkan kebiasaan positif yang dilakukan secara konsisten hingga menjadi karakter peserta didik.

“Melalui pembiasaan sederhana namun bermakna ini, sekolah diharapkan menjadi tempat tumbuhnya generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia, sikap santun, serta kepedulian terhadap sesama,” ujarnya, Selasa (4/8/2026).

Menurutnya, budaya saling menghormati perlu ditanamkan sejak dini agar siswa terbiasa bersikap ramah di mana pun mereka berada.
“Program ini juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang hangat, nyaman, menyenangkan, serta membangun budaya saling menghargai.

Karakter santun, peduli, dan berbudaya menjadi bekal penting bagi anak dalam kehidupan sosialnya,” tambahnya.

Sementara itu, Guru SDN Sidomulyo 02, Elzauja Zahara, S.Pd, menjelaskan bahwa inovasi tersebut memberikan manfaat tidak hanya bagi peserta didik, tetapi juga bagi sekolah, orang tua, hingga masyarakat.

Bagi siswa, program ini membiasakan penggunaan kata-kata positif dalam komunikasi sehari-hari, membentuk sikap ramah, santun, empati, serta meningkatkan rasa percaya diri saat berinteraksi dengan orang lain.

Di lingkungan sekolah, inovasi ini turut membangun budaya belajar yang positif, penuh penghormatan, dan menciptakan suasana yang kondusif bagi seluruh warga sekolah.

Sementara bagi orang tua dan masyarakat, program tersebut menjadi jembatan kolaborasi dalam menanamkan nilai-nilai karakter sehingga pembiasaan yang dilakukan di sekolah dapat berlanjut di rumah maupun lingkungan sekitar.

Keunikan program ini terletak pada penerapan Zona 5S di gerbang sekolah. Setiap pagi sebelum bel masuk berbunyi, guru piket bersama lima siswa yang bertugas menyambut seluruh peserta didik dengan senyum, salam, sapa, sikap sopan, dan santun.

Interaksi tersebut diperkuat melalui kontak mata, bahasa tubuh yang positif, serta sapaan hangat kepada setiap siswa yang datang.

Menariknya, setelah memasuki gerbang sekolah, siswa diberikan kesempatan memilih salah satu bentuk “bahasa cinta” yang tersedia pada banner sekolah, seperti simbol hati, pelukan, maupun salam tos sebagai bentuk penghargaan dan kedekatan emosional.

Dalam pelaksanaannya, pembiasaan dimulai sejak pukul 06.30 WIB melalui penyambutan siswa di gerbang sekolah. Setiap kelas juga mengirimkan tiga delegasi untuk ikut menyambut teman-temannya.

Setelah bel masuk, seluruh warga sekolah mengikuti pembiasaan karakter yang dilanjutkan dengan kegiatan role playing mengenai penerapan nilai sopan santun, empati, ramah, mengucapkan maaf, permisi, dan tolong.

Kegiatan kemudian ditutup dengan tradisi saling bersalaman antara siswa dan guru sebelum memasuki kelas untuk memulai proses pembelajaran.

Melalui inovasi ini, SDN Sidomulyo 02 Kota Batu menunjukkan bahwa pendidikan karakter tidak cukup diajarkan melalui teori, tetapi harus dibangun melalui pembiasaan yang konsisten.

Dengan langkah sederhana yang dilakukan setiap hari, sekolah berharap mampu melahirkan generasi yang cerdas, berempati, beretika, serta mampu menjadi teladan di tengah kehidupan bermasyarakat. (cha/dd)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *