Grand Mercure Malang Mirama Perkuat Komitmen Inklusif, Gelar Kelas Bahasa Isyarat Gratis

  • Bagikan
Grand Mercure Malang Mirama menggandeng Yayasan Omah Gembira menggelar talkshow dan kelas bahasa isyarat secara gratis
banner 468x60

MALANGPOINT.COM | KOTA MALANG – Upaya menciptakan lingkungan yang ramah bagi penyandang disabilitas terus dilakukan Grand Mercure Malang Mirama.

Memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional yang jatuh pada 23 September, hotel ini menggandeng Yayasan Omah Gembira menggelar talkshow dan kelas bahasa isyarat secara gratis.

Mengusung tema “Indahnya Bincang Isyarat”, kegiatan tersebut tidak hanya menyasar para karyawan atau heartists Grand Mercure Malang Mirama, tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum.

Kegiatan ini menjadi ruang edukasi untuk meningkatkan pemahaman mengenai hak kerja teman tuli, pelayanan ramah disabilitas, sekaligus membekali peserta dengan kemampuan dasar berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat.

Langkah tersebut dinilai penting bagi sektor perhotelan yang berhadapan langsung dengan masyarakat dari berbagai latar belakang, termasuk penyandang disabilitas.

Melalui pelatihan ini, Grand Mercure Malang Mirama ingin memastikan komunikasi dengan tamu tuli tidak menjadi hambatan dalam memberikan pelayanan yang aman, nyaman, hangat, dan setara.

“Sebagai hotel yang berkomitmen menerapkan prinsip ramah disabilitas, kami percaya bahwa pelayanan terbaik berasal dari pemahaman dan kesetaraan” kata Sugito Adhi, Cluster General Manager Grand Mercure Malang Mirama & Mercure Surabaya Grand Mirama.

“Melalui kolaborasi dengan Omah Gembira ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh heartists kami siap memberikan pelayanan yang inklusif bagi seluruh tamu tanpa terkecuali,” ujarnya

Tak sekadar mengajarkan bahasa isyarat, kegiatan tersebut juga membuka diskusi mengenai pentingnya membangun ruang publik dan fasilitas akomodasi yang semakin mudah diakses semua kalangan.

Ketua Yayasan Omah Gembira, Riza Agung, menegaskan bahwa inklusivitas tidak cukup hanya diwujudkan melalui penyediaan fasilitas fisik.

“Inklusivitas bukan sekadar menyediakan fasilitas fisik, tetapi bagaimana kita mampu berkomunikasi dan membangun empati tanpa hambatan. Kolaborasi bersama Grand Mercure Malang Mirama ini bukan yang pertama kali, sehingga menjadi langkah nyata dalam membuka ruang kesetaraan,” ujarnya.

Menurutnya, kemampuan dasar bahasa isyarat dapat menjadi pintu masuk untuk membangun interaksi yang lebih setara antara masyarakat dan teman tuli.

“Melalui kelas bahasa isyarat ini, kami berharap para peserta tidak hanya mahir berkomunikasi non-verbal, tetapi juga siap menyambut teman tuli dengan hangat, ramah, dan penuh penghormatan,” imbuh Riza.

Kolaborasi Grand Mercure Malang Mirama dan Omah Gembira tersebut sekaligus menunjukkan bahwa inklusivitas dapat dibangun melalui langkah sederhana, yakni meningkatkan kemampuan komunikasi dan membangun pemahaman bersama.

Grand Mercure Malang Mirama berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi pelaku industri hospitality lainnya untuk semakin serius menciptakan lingkungan pelayanan yang inklusif dan ramah bagi penyandang disabilitas. (cha)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *