Perjalanan 37 Tahun di Industri Percetakan, Antarkan JADE Indopratama Masuk Top 10 Printerpreneur Indonesia 2026

  • Bagikan
Owner JADE Indopratama, Rachmad Santoso,
banner 468x60

MALANGPOINT.COM | KOTA MALANG – Perjalanan panjang 37 tahun JADE Indopratama di industri percetakan akhirnya mengantarkan perusahaan asal Kota Malang itu menembus panggung nasional.

Owner JADE Indopratama, Rachmad Santoso, resmi masuk jajaran Top 10 Printerpreneur Indonesia 2026 dalam penghargaan yang diselenggarakan PrintPack Magazine bersama Masyarakat Grafika Indonesia.

Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas transformasi bisnis yang dilakukan JADE Indopratama di tengah perubahan besar industri percetakan akibat perkembangan teknologi digital.

Di saat banyak pelaku usaha printing konvensional menghadapi tekanan pasar, perusahaan ini justru berhasil memperluas bisnis menuju sektor packaging dan industrial printing.

Rachmad mengatakan dirinya tidak pernah menyangka bisa masuk dalam daftar 10 printerpreneur terbaik nasional. Apalagi proses seleksi dilakukan melalui penilaian independen dengan berbagai indikator yang cukup ketat.

“Yang paling utama itu 3R, Rating, Review, Reputatition. Selain itu juga dinilai bagaimana kontribusi perusahaan terhadap perkembangan dunia percetakan, bagaimana perusahaan memberi inspirasi, menjaga bisnis yang sehat, memperhatikan karyawan sampai CSR,” ujarnya

Ia menjelaskan, penilaian dilakukan terhadap ribuan pelaku industri percetakan dari berbagai daerah di Indonesia. Dari proses tersebut kemudian dipilih 20 besar sebelum akhirnya mengerucut menjadi Top 10 Printerpreneur Indonesia 2026.

“Waktu masuk 20 besar saja saya sudah kaget. Apalagi akhirnya bisa masuk 10 besar nasional. Alhamdulillah Malang bisa ikut terwakili,” kata Rachmad saat ditemui di kantornya pada Sabtu (16/5/2026)

Menurut Rachmad, pencapaian tersebut tidak datang secara instan. Selama lima hingga enam tahun terakhir, JADE Indopratama melakukan perubahan besar dalam arah bisnis perusahaan.

Dari yang sebelumnya fokus pada commercial printing seperti brosur, kalender, ATK, dan kebutuhan kantor lainnya, kini perusahaan mulai serius menggarap industri packaging.

Langkah itu diambil karena ia melihat tren digitalisasi mulai mengurangi kebutuhan cetak konvensional. Sementara industri kemasan justru tumbuh pesat seiring berkembangnya sektor manufaktur dan UMKM.

“Commercial printing tetap kami jalankan, tapi packaging ini ternyata punya potensi luar biasa. Dari situ kami mulai membangun banyak hal, mulai infrastruktur, mesin produksi, sampai sistem manajerial,” ungkapnya.

Transformasi tersebut dilakukan secara menyeluruh. JADE Indopratama mulai menerapkan sistem ERP, memperbarui mesin produksi, membangun sistem administrasi modern, hingga memperkuat struktur organisasi perusahaan berbasis divisi dan departemen.

Menurutnya, pembenahan itu memang membuat organisasi perusahaan semakin besar, namun berdampak signifikan terhadap kualitas layanan pelanggan.

“Kita membagi pekerjaan per divisi supaya semua lini bisa saling mendukung. Memang organisasi jadi lebih besar, tapi pelayanan ke customer meningkat jauh lebih baik,” jelasnya.

Tidak berhenti di industri packaging, JADE Indopratama kini mulai masuk ke sektor industrial printing seperti label printing dan rotary printing berbasis otomatisasi produksi skala besar.

Rachmad menyebut sektor tersebut memiliki tantangan lebih besar karena sudah diisi pemain-pemain senior dengan kapasitas bisnis yang sangat kuat.

Namun kondisi itu justru menjadi motivasi untuk terus berkembang.

“Saya ingin membawa JADE masuk ke industrial printing yang levelnya lebih tinggi lagi,” tegasnya.

Di tengah persaingan industri percetakan yang semakin kompetitif, ia memastikan JADE Indopratama tetap mempertahankan dua kekuatan utama perusahaan, yakni kualitas produk dan layanan pelanggan.

“JADE tetap fokus pada produk dan servis. Dua hal itu yang membuat perusahaan bisa terus bersaing di tengah persaingan usaha yang semakin ketat,” katanya.

Rachmad menegaskan penghargaan Top 10 Printerpreneur Indonesia 2026 bukan menjadi tujuan akhir perusahaan. Menurutnya, penghargaan tersebut justru menjadi pemicu untuk terus memperkuat sistem kerja, manajemen, kualitas SDM, hingga kapasitas produksi.

“Keberhasilan ini bukan pencapaian akhir. Kami ingin terus berkembang dan memberi manfaat lebih besar dengan sistem kerja yang lebih baik, tim yang lebih kuat, dan produksi yang semakin maju,” ujarnya.

Ia juga menyebut keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja seluruh tim JADE Indopratama, mulai dari lini produksi, marketing, manajemen, hingga seluruh karyawan perusahaan.

“Kalau saya hanya seperti dirijen. Semua tim di perusahaan inilah yang membuat semuanya bisa berjalan selaras,” katanya.

Ajang Printerpreneur sendiri dikenal sebagai salah satu penghargaan bergengsi di industri grafika nasional karena menilai pelaku usaha tidak hanya dari sisi bisnis, tetapi juga inovasi, reputasi, kontribusi industri, hingga keberlanjutan usaha.

Masuknya JADE Indopratama dalam daftar Top 10 Printerpreneur Indonesia 2026 sekaligus memperkuat posisi Kota Malang sebagai daerah yang mampu melahirkan pelaku industri percetakan dan kreatif yang mampu bersaing di level nasional.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *