MALANGPOINT.COM | KOTA MALANG – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di lingkungan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Malang tahun 2026 ini tidak hanya diwarnai semangat berbagi, tetapi juga kepedulian terhadap seluruh kader mulai pengurus kecamatan hingga pengurus tingkat kelurahan.
Pada Idul Adha tahun ini, DPD Golkar Kota Malang menyembelih sebanyak empat ekor sapi dan lima ekor kambing. Hewan kurban tersebut kemudian didistribusikan dalam bentuk paket daging kepada pengurus partai, pengurus kematan, pengurus kelurahan.
Ketua DPD Golkar Kota Malang Djoko Prihatin mengatakan bahwa kegiatan kurban merupakan agenda rutin tahunan yang terus dijaga oleh keluarga besar Partai Golkar Kota Malang pada momentum Hari Raya Idul Adha.
“Alhamdulillah hari ini kami DPD Golkar Kota Malang melaksanakan agenda Idul Adha 1447 Hijriah yang dilaksanakan dengan hikmat. Ini merupakan bentuk rasa syukur sekaligus kepedulian kami untuk berbagi,” kata Djoko Prihatin
Pada momentum idul adha ini tampak dihadiri tokoh senior Golkar Kota Malang dari Dewan Pertimbangan (Watimbang), jajaran Fraksi Golkar DPRD Kota Malang, pengurus Kecamatan, pengurus kelurahan dan AMPG serta kader Golkar.
Djoko Prihatin menjelaskan, daging kurban yang dihasilkan diperkirakan mencapai sekitar 600 paket. Seluruh paket tersebut dibagikan kepada pengurus kecamatan, pengurus kelurahan, kader partai, serta masyarakat yang membutuhkan.
Nampak terlihat suasana kebersamaan dan kekeluargaan mewarnai seluruh rangkaian kegiatan kurban DPD Golkar Kota Malang. Panitia yang terdiri dari Para kader dan pengurus tampak kompak selama proses pembagian daging kurban berlangsung.
“Peringatan hari ini tentunya menjadi ajang soliditas. Temu kader kembali lagi bersama-sama dengan itikad yang baik, dengan niat yang baik. Kita bersama-sama di hari yang baik juga, hari Idul Adha” kata Djoko Prihatin
Ia mengajak seluruh kader untuk bersama-sama merayakan Idul Adha dan juga membesarkan pohon beringin yang di cintai bersama. Sehingga agenda ini bisa menjalin silaturahmi, kekerabatan, dan juga tidak hilangnya sakral daripada Idul Adha nya.
“Kami harus hadir bukan hanya di saat-saat event politik, tapi di kehidupan sehari-hari masyarakat. Insya Allah kami akan hadir” ungkapnya















