MALANGPOINT.COM | Kota Malang – Aliansi Mahasiswa Masyarakat Peduli Rakyat (AMMPERA) kembali turun ke jalan menggelar aksi demonstrasi untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutannya kepada Wali Kota Malang agar mengevaluasi dan meninjau dokumen perizinan Hotel Aston yang ada di jalan Sigura-gura Kota Malang.
Puluhan peserta aksi ini menggelar aksi pada Jumat (08/05/2026) yang diawalibdi depan Balai Kota Malang, kemudian berlanjut dan bergeser ke depan Hotel Aston Malang yang ada di jalan Sigura-gura.
Di depan hotel yang baru saja beroperasional di kota Malang tersebut, para peserta aksi bergantian berorasi menyampaikan aspirasi mereka terkait dengan dugaan perizinan yang dimiliki Hotel Aston Malang masih belum lengkap.
“Tidak ada bangunan di kota Malang ini yang boleh berdiri tanpa ada perizinan dari pemerintah” tegas salah satu orator aksi
Menurutnya, pembangunan gedung wajib berdasarkan konsep perencanaan dan pengawasan, sehingga setiap penyelenggara bangunan gedung wajib terlebih dahulu memiliki Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), Amdal, Amdal Lalin dari pemerintah.
Sementara itu, dalam siaran pers tertulisnya, AMPERA menyampaikan enam tuntutan antara lain,
1. Menuntut dan mendesak Wali Kota Malang untuk mengevaluasi dan Meninjau dokumen perizinan Hotel Aston
2. Menuntut dan mendesak Wali Kota Malang untuk menutup dan memberhentikan aktivitas Hotel Aston Malang
3. Menuntut dan mendesak Satpol PP Kota Malang untuk segera memberhentikan dan menyegel Hotel Aston Malang
4. Mendesak Pemilik Hotel Aston Malang untuk memberhentikan aktivitas hotel Aston dan mengikuti Prosedur hukum yang berlaku.
5. Mendesak Wali Kota Malang memperketat pengawasan pembangunan perumahan dan rukost di kota Malang
6. Mendesak Wali Kota Malang untuk memberhentikan dan menutup aktivitas perumahan dan Rukost tanpa izin di kota Malang.
Usai pelaksanaan aksi, Mashudi Hamzah selaku Korlap aksi AMMPERA menyampaikan dari saat pelaksanaan aksi sebelumnya di minggu lalu AMMPERA menuntut Pemerintah Kota Malang untuk segera bersikap kepada pengusaha-pengusaha yang nakal yang perizinannya tidak lengkap.
“Aksi kami minggu lalu ternyata tidak ada respon dari pemerintah Kota Malang ataupun dari pihak hotel Aston Malang. Di aksi kedua ini kami juga menuntut kepada pemerintah Kota Malang termasuk manajemen hotel Aston Malang” ungkap Mashudi Hamzah.
“Sehingga hari ini kami turun ke depan Hotel Aston agar masyarakat Malang ini tahu bahwa hotel Aston ini berdiri di Kota Malang tidak semua izin-izinnya ada,” tambahnya
Beberapa data perizinan yang disebut belum dikantongi oleh manajemen hotel Aston Malang menurut Mashudi antara lain SLF, PPG, Amdal serta Amdal Lalin.
“Dalam konteks pembangunan hotel Aston ini, jalan Sigura-gura kota Malang ini selalu rusak. Masyarakat Malang juga tahu bahwa jalan Sigura-gura ini kan rawan banjir. Dengan adanya hotel Aston yang tidak melengkapi izin itu kan memperkeruh apa yang pemerintah Kota Malang tidak jalankan,” ujar Mashudi.
Mashudi menegaskan minggu depan akan kembali menggelar aksi demonstrasi kembali dengan jumlah yang lebih banyak dan berencana memblokade akses hotel Aston Malang.
Sementara itu usai aksi demonstrasi usai, General Manager Aston Malang Hotel and Conference Center, Ferdian Indrayan menyampaikan pihaknya selaku menajamen Hotel Aston Malang sebenarnya mengapresiasi aspirasi dari para mahasiswa atau masyarakat yang menyampaikan pendapatnya.
“Seperti saya selalu sampaikan di penyampaian kami sebelumnya, bahwa secara perizinan, Alhamdulillah insya allah semua sudah selesai,” ucap Ferdian.
Meski mengaku semua perizinan gedung berlantai 11 ini telah dikantongi semua, Ferdian menjelaskan bahwa Rooftop yang awalnya ada di lantai 12 kemudian oleh pihak manajemen dirubah menjadi forum dan diberi atap itu ada satu perizinan yang sedang dalam proses.
“Memang ada satu lantai 12 itu peruntukannya adalah ballroom, permasalahan perizinan di lantai tersebut yang bisa menjawab adalah pihak, oning ya. Tetapi kemarin pun kami sudah sangat kooperatif dengan pihak perizinan. Dan itu Insya Allah ya, satu dua minggu ini sudah selesai semua,” jelas Ferdian.
Terkait dengan rencana aksi demonstrasi lagi minggu depan oleh para mahasiswa, Ferdian mempersilahkan saja jika memang akan dilakukan, pihaknya juga akan berkordinasi dengan pihak-pihak terkait terkait pengamanan hotelnya.

























