MALANGPOINT.COM | KOTA MALANG – Kreasi Media Institute (KMI) melakukan audiensi dengan pimpinan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yang diterima di Ruang Rapat Senat Lantai 4 Gedung Rektorat pada Senin, 2 Maret 2026.
Pertemuan tersebut diterima Wakil Rektor IV Prof. Dr. HM Abdul Hamid, S.Ag., M.A., yang mewakili Rektor, Kepala Humas UIN Malang Muhammad Anwar Firdaosi, M.Ag., serta jajaran pimpinan kampus.
Dalam audiensi tersebut, rombongan KMI hadir bersamaan perwakilan Bawaslu Kota Malang yang juga melakukan komunikasi awal terkait rencana kerja sama dengan kampus. Namun pembahasan utama KMI berfokus pada penguatan literasi media dan keterlibatan praktisi di lingkungan akademik.
Direktur KMI Arvendo Mahardika, S.Pd., M.M., memperkenalkan KMI sebagai lembaga think tank yang berisi jurnalis Malang dari berbagai asosiasi dan latar belakang media.
“Kreasi Media Institute ini diisi oleh para jurnalis Malang dari berbagai asosiasi. Kami ingin ada ruang diskusi yang mempertemukan teman-teman media dengan kampus,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam waktu dekat KMI menawarkan program Ngaji Jurnalis yang direncanakan digelar saat Ramadan. Konsepnya berupa diskusi santai jelang buka puasa namun berbobot, membahas etika jurnalistik dan peran media termasuk dari sudut pandang nilai keislaman.
“Ramadan jadi momen yang pas untuk ngaca. Kami ingin mengajak jurnalis dan mahasiswa melihat lagi peran media, bukan hanya soal cepat dan viral, tapi juga tanggung jawabnya,” tambahnya.
Arvendo menegaskan, pihaknya berharap kolaborasi tidak berhenti pada satu agenda saja. KMI membuka peluang kerja sama lanjutan, termasuk menghadirkan jurnalis khususnya yang sudah bersertifikat Kompetensi Wartawan dari Dewan Pers RI sebagai praktisi mengajar.
“Kami berharap tidak cuma satu event. Ke depan, kami siap jika ada kolaborasi praktisi mengajar atau program lain yang bisa memberi manfaat langsung bagi mahasiswa,” tegasnya.
Sementara itu, Dadang Dwi Tanto selaku Direktur Program KMI mengatakan Ngaji Jurnalis akan dikemas dalam format dialog agar mahasiswa bisa terlibat aktif.
“Bukan sekadar pengajian biasa, tapi ada diskusi. Kita bahas isu media yang aktual, tapi tetap dalam suasana Ramadan,” katanya.
Wakil Rektor IV UIN Malang, Prof. Dr. HM Abdul Hamid, menyambut baik rencana tersebut. Ia menyatakan kampus terbuka untuk kerja sama yang memberi dampak positif bagi mahasiswa.
“Kampus tentu terbuka untuk kegiatan yang membawa nilai positif, baik dalam penguatan literasi media maupun pengembangan wawasan mahasiswa,” ujarnya.
Kepala Humas UIN Malang, Muhammad Anwar Firdaosi, menambahkan bahwa ruang kolaborasi antara kampus dan praktisi penting agar mahasiswa mendapat pengalaman langsung dari lapangan.
Audiensi tersebut menjadi langkah awal untuk menindaklanjuti rencana kerja sama yang diharapkan segera terealisasi dalam waktu dekat.















