Bupati Malang bersama Kombes Pol Putu Kholis Aryana Bahas Kelanjutan Monumen dan Museum Tragedi Kanjuruhan

  • Bagikan
banner 468x60

MALANGPOINT.COM | MALANG Kapolres Malang Kota, Komisaris Besar (Kombes) Polisi Putu Kholis Aryana, bersama Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M membahas kelanjutan rencana peresmian Monumen dan Museum Tragedi Kanjuruhan.

Pertemuan bersama dengan Forkopimda Kabupaten Malang serta perwakilan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan dilakukan di Pintu (Gate) 13 Stadion Kanjuruhan Kota Kepanjen, Sabtu (28/2) pagi.

Dalam kesempatan tersebut, Abah Sanusi, sapaan akrab Bupati Malang berharap khusus untuk Museum Tragedi Kanjuruhan nanti diharapkan dapat memberi manfaat yang besar kepada masyarakat umum, terutama juga keluarga korban.

Bupati Malang bersama Putu Cholis dan Kapolres Malang serta sejumlah keluarga korban yang hadir juga meninjau lokasi food court yang akan menjadi tempat salah satu unit usaha UMKM bagi keluarga korban tragedi.

”Atas nama Pemerintah Kabupaten Malang, saya Bupati Malang bersyukur atas dukungan dari keluarga korban mulai sejak terselenggaranya renovasi Stadion Kanjuruhan hingga dihadirkannya Museum dan Monumen Tragedi Kanjuruhan” ucap Bupati Malang

Kegiatan yang diakhiri doa bersama bersama-sama keluarga korban ini, Bupati mengatakan, di area Gate 13 ini, khusus untuk museum dan sekaligus bisa tempat untuk berdoa bagi keluarga korban. Namun karena di area ini tidak boleh ada aktivitas jual beli, maka disediakan tempat untuk usaha buat keluarga korban di food court.

Terpisah, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryan yang sebelumnya pernah menjabat Kapolres Malang ini menyampaikan, bahwa Museum Tragedi Kanjuruhan di Gate 13, sesuai proposal yang disusun Yayasan Keadilan Tragedi Kanjuruhan sedianya bakal segera diisi dengan beragam jenis barang milik korban, lengkap dengan identitas korbannya.

Termasuk foto dari para korban yang akan didisplay di salah satu tembok bagian dalam museum. Tujuannya, agar dapat menjadi tempat pengingat tragedi sepakbola dan diharapkan tidak sampai terulang kembali ke depan.

Diakuinya, pertemuan hari ini merupakan lanjutan dari pertemuan dirinya dan Bupati Malang bersama keluarga korban sebelumnya sekitar 1 tahun 9 bulan yang lalu, tepatnya pada tanggal 28 Mei 2024 di Aula Mapolres Malang, silam.

”Namun saat itu masih belum ada kesepakatan, terkait bagaimana nantinya museum tersebut baik pada pengelolaannya maupun pengisian barang yang punya sejarah, yang nantinya bakal ditempatkan pada museum” jelas Kombes Pol Putu Kholis.

Masih kata Putu Kholis, waktu pertemuan itu, ada kesepakatan, nantinya akan ada monumen dan museum saat dilakukan renovasi, tujuannya adalah keluarga korban saat lakukan doa ada tempat. Biar keluarga korban punya simbol sendiri, yaitu monumen dan museum yang ada di gate 13.

“Pada pertemuan itu sudah ada kesiapan keluarga korban, akan mengisi museum dengan foto foto korban dan barang barang milik korban yang ada dilokasi kejadian,” kata Putu Kholis.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *