Grand Mercure Malang Mirama Angkat Kearifan Lokal Situs Patirtaan Ngawonggo dan Candi Sumberawan

  • Bagikan
banner 468x60

MALANGPOINT.COM | Komitmen Grand Mercure Malang Mirama dalam mempromosikan kekayaan budaya lokal kembali diwujudkan dengan meluncurkan video klip terbaru dari Mirama Choir, berjudul “Fantasi”.

Video klip ini tidak hanya menampilkan keindahan harmoni vokal, tetapi juga mengangkat dua destinasi kearifan lokal di Malang Raya: Situs Patirtaan Ngawonggo dan Candi Sumberawan.

Peluncuran video klip ini merupakan puncak dari serangkaian inisiatif budaya yang telah dijalankan oleh Grand Mercure Malang Mirama.

Setelah sukses menjadi TOP 15 Finalist dalam Accor Choir Games 2024, dan terpilih sebagai Opening untuk Accor GM Conference 2025 (Indonesia & Malaysia) di bulan Februari lalu, Mirama Choir membuktikan bahwa bakat lokal mampu bersaing dan berkolaborasi di panggung internasional.

Video klip “Fantasi” dirancang sebagai penghormatan visual dan musikal terhadap sejarah dan spiritualitas yang tersembunyi di sekitar Malang Raya.

Situs Patirtaan Ngawonggo kawasan bersejarah ini dipilih untuk merefleksikan nilai-nilai ketenangan dan kekeluargaan, sejalan dengan makna lagu yang dibawakan. Situs ini mewakili akar budaya yang mendalam dari masyarakat lokal.

Selain itu, Candi Sumberawan menjadi destinasi ikonik yang dikenal sebagai satu-satunya stupa Buddha yang tersisa di Jawa Timur khususnya di Malang Utara, memberikan latar belakang visual yang megah dan menenangkan, menekankan keharmonisan dan perdamaian.

Sugito Adhi selaku Cluster General Manager Grand Mercure Malang Mirama & Mercure Surabaya Grand Mirama menyampaikan bahwa kompetisi Accor Choir Games ini kali kedua dari Grand Mercure Malang Mirama turut berpartisipasi

“Proyek ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi sebuah misi. Kami ingin menunjukkan bahwa hotel bintang lima pun dapat menjadi garda terdepan dalam melestarikan dan memperkenalkan warisan budaya kepada audiens yang lebih luas, baik nasional maupun internasional” kata Sugito Adhi, Senin (17/11/2025)

Sugito menambahkan bahwa Ini adalah cara menghitung nilai kehidupan melalui kacamata kearifan lokal. Selain itu ia juga melibatkan teman disabilitas di dalam video klip yang didukung oleh Omah Gembira.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *