MALANGPOINT.COM | MALANG – Pj. Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, meninjau langsung proses vaksinasi di kandang komunal KOP SAE Pujon, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Sabtu (11/1) siang.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berupaya mempercepat vaksinasi untuk mencegah penyebaran virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak.
Langkah ini dipilih sebagai respon atas meningkatnya kasus PMK di beberapa wilayah yang berpotensi mengancam sektor peternakan dan perekonomian daerah.
”Kita betul-betul mengantisipasi dengan masuknya kembali wabah PMK dengan memulai dari kebijakan, terutama memperketat jalur lalu lintas perdagangan sapi dan ternak lainnya. Kami juga meminta kepada koperasi dan perusahaan yang besar agar bisa mandiri” kata Pj. Gubernur Jawa Timur
“Termasuk di KOP SAE Pujon ini bisa menjadi contoh, tidak perlu kami harus menyampaikan baiknya seperti apa, tapi langsung dilakukan dengan vaksinasi, pemberian vitamin, dan yang sakit diobati. Jadi, koperasi yang betul-betul mengurus, kemudian anggota tinggal memelihara lanjutan yang sudah sehat,” tambahnya
Kepada peternak pribadi, Adhy Karyono lantas menyebut bahwa selain menanggung terkait vaksin dengan sudah siap 25 ribu vaksin yang sedang berjalan dan juga ditambahkan dari APBD sebanyak 325 ribu vaksin.
Berikutnya, Pemprov Jatim mendapatkan bantuan dari Kementerian Pertanian RI 1,4 juta vaksin. Memang diakuinya, kebutuhan vaksin 6 sampai 7 juta, sehingga hal ini akan terus dimasifkan seiring dengan terjadinya peningkatan (kasus PMK).
Data di Pemprov Jatim terkait PMK, saat ini kalau dilihat dari 1 Desember sampai 10 Januari ada 11.317. Tetapi kondisinya itu 70 persen dalam proses penyembuhan dan 22 persen sudah sehat kembali, sisanya memang ada yang mati. Kemudian ada yang dipotong paksa, tapi ini belum besar, persentasenya 3 persen dari populasi.
”Jadi PMK ini masih bisa kita tangani. Adapun kebijakan untuk menutup perdagangan pasar hewan selama 14 hari, ini sebenarnya kami tidak sampai ke sana dulu, karena kami lebih mempertimbangkan bagaimana urusan ekonomi masyarakat dan kami bisa melakukan langkah-langkah untuk mencegah itu.
Kalau pun ada, memang ada tiga kabupaten yang menutup yaitu di Tulungagung, Situbondo dan Ponorogo itu sedang kita kontrol terus. Supaya pasar ketika nanti bisa teratasi, kita buka lagi. Harus berseiring antara upaya kita mengatasi penyakit tetapi juga ekonomi harus tetap bergeliat,” tambah Pj. Gubernur Jatim.
Sementara itu, Wakil Bupati Malang yang ikut mendampingi Pj. Gubernur Jawa Timur bersyukur di wilayah Kabupaten Malang untuk sapi perah hampir secara keseluruhan aman. Artinya, problematika PMK ini terjadi kepada sapi-sapi potong.
“Nah sebaran sapi potong ini lah yang mesti mendapatkan pendampingan secara khusus. Ada beberapa wilayah di kecamatan, tetapi dari jumlah yang terdata Pemerintah Kabupaten Malang hampir ada 616 ekor sapi sampai hari ini sudah 60 persen tercatat sudah sembuh semuanya” jelasnya
”Insya Allah kita dorong untuk itu. Makanya pemerintah daerah juga mempersiapkan, kemarin Pak Bupati juga sudah rapat, artinya ada anggaran melalui BTT yang harus kita persiapkan” ujarnya
“Namun, kapan BTT itu kita keluarkan, pada saat kita menunggu instruksi kedaruratan. Untuk di wilayah Kecamatan Pujon, alhamdulillah clear dan aman,” ucap Wakil Bupati Malang

























