MALANGPOINT.COM | KOTA MALANG – Ketua Umum BPD HIPMI Jawa Timur, Ahmad Salim Assegaf, menegaskan bahwa keberhasilan organisasi pengusaha muda tidak diukur dari banyaknya program kerja, melainkan dari dampak nyata bagi anggota, pertumbuhan bisnis, dan perekonomian masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Ahmad Salim Assegaf saat menghadiri Rakercab V dan Forum Bisnis Cabang HIPMI Kota Malang bertema Lead to Impact: Shaping Businesses, Transforming the Future di Hotel The Alana, Minggu (11/10/2026).
Ahmad Salim meminta Rakercab menjadi momentum konsolidasi untuk merumuskan program kerja yang terarah, efisien, dan memberikan manfaat konkret, bukan sekadar agenda seremonial.
“Jangan hanya membuat program yang terlihat banyak, tetapi anggota sendiri tidak merasakan manfaatnya. Fokus HIPMI adalah bagaimana keberadaan organisasi ini benar-benar dirasakan anggota dan mampu melahirkan perusahaan-perusahaan yang berkembang,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya soliditas pengurus dan kejelasan pembagian tugas agar seluruh program berjalan efektif dan selaras dengan tujuan organisasi.
Menurut Ahmad Salim Assegaf, keberhasilan pengusaha tidak cukup diukur dari kesuksesan pribadi. Pengusaha muda harus mampu membuka lapangan kerja, mengembangkan usaha, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Menjadi pengusaha hebat bukan hanya sukses untuk diri sendiri. Yang paling penting, bagaimana kita bisa memberikan manfaat kepada banyak orang,” ujarnya.
Ia berharap HIPMI Kota Malang mampu mengoptimalkan potensi anggotanya untuk memperkuat ekosistem bisnis, melahirkan pengusaha baru, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Ahmad Salim Assegaf juga mengapresiasi perkembangan HIPMI Kota Malang yang dinilainya menjadi salah satu cerminan kekuatan HIPMI di Jawa Timur. Besarnya basis anggota, menurutnya, harus diiringi peningkatan kualitas organisasi dan daya saing usaha.
Ahmad Salim Assegaf turut mendorong kolaborasi dengan perguruan tinggi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat kewirausahaan, literasi dan inklusi keuangan, serta pengembangan UMKM di Kota Malang.
Menurutnya, kemampuan merencanakan dan mengelola keuangan merupakan bekal penting bagi mahasiswa dan pengusaha muda untuk membangun bisnis yang sehat dan berkelanjutan.
Ia berharap Rakercab V menghasilkan program konkret yang dapat ditindaklanjuti dan memberikan dampak nyata bagi anggota maupun masyarakat.
Bagi Ahmad Salim Assegaf, HIPMI harus menjadi penggerak pertumbuhan bisnis, pencipta lapangan kerja, dan pemberi manfaat ekonomi. Bukan sekadar organisasi yang sibuk menjalankan program, tetapi organisasi yang mampu membuktikan hasil. (cha/dd)















