Kapolresta Danang Dengarkan Suara Warga Jodipan, Keamanan dan Ekonomi Jadi Sorotan

  • Bagikan
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol. Danang Setiyo Pambudi Sukarno turun langsung menyerap aspirasi warga melalui Sambang Pos Kamling
banner 468x60

MALANGPOINT.COM | KOTA MALANG — Kapolresta Malang Kota Kombes Pol. Danang Setiyo Pambudi Sukarno turun langsung menyerap aspirasi warga melalui Sambang Pos Kamling di Kampung Tematik Warna-Warni, Kelurahan Jodipan, Kota Malang, Minggu (4/10/2026) malam.

Tak sekadar kunjungan, kegiatan tersebut menjadi ruang dialog terbuka bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan lingkungan, kebutuhan fasilitas hingga potensi gangguan keamanan secara langsung kepada kepolisian.

Dialog yang berlangsung di balai RW dekat Jembatan Kaca Jalan Ir. Juanda itu dihadiri jajaran Polresta Malang Kota, Polsek Blimbing, pemerintah kelurahan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, pengurus RT/RW, tokoh masyarakat serta perwakilan warga.

Danang menegaskan, Sambang Pos Kamling merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi dua arah. Persoalan yang ditemukan di tingkat kampung diharapkan dapat segera dipetakan dan dikoordinasikan dengan satuan fungsi, Polsek maupun instansi terkait.

“Kami bisa mendengar langsung persoalan masyarakat. Apa yang disampaikan warga Kampung Warna-Warni menjadi bahan koordinasi dan tindak lanjut bersama,” ujar Danang.

Dalam forum tersebut, warga menyampaikan sejumlah kebutuhan, terutama keterbatasan sarana pendukung bagi masyarakat maupun wisatawan yang datang ke Kampung Warna-Warni.

Di sisi lain, warga juga melihat besarnya peluang ekonomi dari tingginya aktivitas kunjungan. Pengembangan UMKM melalui kuliner, kerajinan hingga suvenir khas kampung dinilai dapat menjadi penggerak ekonomi sekaligus memperkuat daya tarik wisata kawasan tersebut.

Ketua RW 02 sekaligus Ketua Kampung Warna-Warni Jodipan, S. Parin, mengapresiasi kehadiran Kapolresta yang memberikan ruang bagi warga untuk menyampaikan kondisi kampung secara langsung.

“Kami berterima kasih untuk Sambang Pos Kamling Bapak Kapolresta Danang, karena kami bisa menyampaikan secara langsung baik kondisi lingkungan maupun kebutuhan Kampung Warna-Warni,” kata Parin.

Menanggapi aspirasi tersebut, Danang mendorong warga tidak hanya mengandalkan potensi wisata, tetapi juga mengembangkan kegiatan ekonomi kreatif, seni dan budaya.

Menurutnya, meningkatnya kunjungan wisatawan harus mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Sebagian manfaat ekonomi tersebut juga dapat diarahkan untuk mendukung pemeliharaan dan pengembangan fasilitas kampung.

Persoalan keamanan turut menjadi pembahasan. Pengawasan lingkungan, penerangan di sejumlah titik rawan hingga antisipasi gangguan kamtibmas, termasuk potensi balap liar, menjadi perhatian bersama.

Pengamat Kepolisian ISESS, Bambang Rukminto, menilai keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menjaga keamanan lingkungan. Aktivitas ekonomi dan kegiatan positif warga, menurutnya, perlu berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap keamanan.

Forum juga membahas rencana kegiatan Singo Fly On/Singo Payon, berupa trail run dengan jarak 5 kilometer dan 8 kilometer yang melibatkan sejumlah kawasan kampung di Kota Malang.

Selain menjadi agenda olahraga dan promosi kawasan, kegiatan tersebut diharapkan membuka ruang bagi UMKM untuk mendapatkan manfaat ekonomi sekaligus mengenalkan potensi kampung kepada masyarakat luar daerah.

Sambang Pos Kamling di Kampung Tematik Warna-Warni Jodipan menunjukkan pola pendekatan kepolisian yang tidak berhenti pada penanganan ketika gangguan keamanan terjadi.

Melalui dialog langsung, persoalan warga dapat dipetakan sejak dini, dikoordinasikan kepada pihak yang berwenang, sekaligus dicari solusi secara bersama. (cha/dd)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *